Pendahuluan: Demensia merupakan gangguan kognitif yang menyebabkan lansia kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan diri. Kondisi ini membuat lansia memerlukan perhatian serta dukungan dari keluarga dalam mempertahankan rutinitas personal hygiene. Dukungan keluarga dapat berupa membantu dalam menjaga kebersihan dan kerapian diri lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap personal hygiene lansia dengan risiko demensia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 94 lansia dengan risiko demensia yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner karakteristik responden, kuesioner dukungan keluarga, dan kuesioner personal hygiene. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil: Mayoritas lansia berusia 60–74 tahun sebanyak 77 responden (81,9%), berjenis kelamin perempuan 65 responden (69,1%), beragama Islam 88 responden (93,6%), berasal dari suku Minang 32 responden (34,0%), berpendidikan SD 49 responden (52,1%), tidak bekerja 73 responden (77,7%), status perkawinan telah menikah 67 responden (71,3%), menderita hipertensi 57 responden (60,6%), dan mengalami gangguan kognitif ringan 80 responden (85,1%). Mayoritas lansia memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 47 responden (50,0%) dan memiliki personal hygiene baik sebanyak 55 responden (58,5%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap personal hygiene pada lansia dengan risiko demensia (p-value 0,000) dengan kekuatan hubungan sangat kuat (r = 0,805) dan arah positif. Kesimpulan: Semakin baik dukungan keluarga, semakin baik personal hygiene lansia.