p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami Dengan Pemilihan Kontrasepsi Non-MKJP (Suntik) Dan MKJP (Implan Dan IUD) Pada PUS Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Anjeli Anjeli; Maria Adelheid Ensia; Indriani Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.637

Abstract

Latar Belakang: Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk mengatur jarak dan jumlah kelahiran guna meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan IUD memiliki efektivitas tinggi, namun penggunaannya masih lebih rendah dibandingkan metode Non-MKJP seperti suntik. Salah satu faktor yang memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi adalah dukungan suami, baik dalam bentuk dukungan emosional, informasional, instrumental, maupun penilaian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi Non-MKJP (suntik) dan MKJP (implan dan IUD) pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 70 responden diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan dukungan suami tinggi sebanyak 34 orang (48,6%) seluruhnya menggunakan MKJP, sedangkan responden dengan dukungan suami rendah–sedang sebanyak 36 orang (51,4%) seluruhnya menggunakan Non-MKJP (suntik). Metode MKJP yang paling banyak digunakan adalah implan (37,1%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p < 0,001, yang berarti terdapat hubungan yang sangat signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan metode kontrasepsi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi Non-MKJP dan MKJP pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya. Dukungan suami berperan penting dalam meningkatkan penggunaan MKJP sehingga keterlibatan suami dalam konseling dan pengambilan keputusan KB perlu ditingkatkan.
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan (Progestin) Dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor KB Di Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya, Palangka Raya Wulandari Wulandari; Maria Adelheid Ensia; Indriani Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.638

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi suntik 3 bulan (progestin) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena praktis dan efektif. Namun, penggunaan metode ini sering dikaitkan dengan efek samping berupa peningkatan berat badan yang dapat memengaruhi kenyamanan serta keberlanjutan pemakaian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan (progestin) dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya, Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 responden akseptor KB suntik 3 bulan yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran berat badan, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami peningkatan berat badan, yaitu sebanyak 45 responden (86,5%), sedangkan 7 responden (13,5%) tidak mengalami peningkatan berat badan. Pada kelompok lama pemakaian ≤ 2 tahun, sebanyak 20 responden (87,0%) mengalami peningkatan berat badan, sedangkan pada kelompok > 2 tahun sebanyak 25 responden (86,2%) mengalami peningkatan berat badan. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,937 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan dengan peningkatan berat badan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan (progestin) dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya, Palangka Raya.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Sikap Remaja Putri Dalam Menghadapi Menstruasi Pertama (Menarche) Di MIS Miftahul Jannah Nadila Amelia; Maria Adelheid Ensia; Indriani Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.646

Abstract

Menarche atau menstruasi pertama merupakan tanda biologis masuknya masa pubertas pada remaja putri. Peristiwa ini sering menimbulkan rasa cemas, terutama jika remaja tidak memiliki pengetahuan dan sikap yang memadai mengenai menstruasi. Kekurangan pendidikan kesehatan dapat membuat remaja mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri secara fisik maupun emosional saat Menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja putri dalam menghadapi menstruasi pertama di MIS Miftahul Jannah, Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental one group pretest–posttest. Populasi terdiri dari seluruh remaja putri berusia 10–12 tahun di MIS Miftahul Jannah sebanyak 36 orang, dengan sampel 32 responden yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur sikap, sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Setelah intervensi pendidikan kesehatan, terjadi peningkatan sikap positif remaja putri dalam menghadapi menstruasi pertama. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (p < 0,05), yang menandakan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja signifikan. Pendidikan kesehatan secara signifikan meningkatkan sikap remaja putri dalam menghadapi Menarche di MIS Miftahul Jannah, Palangka Raya.
Hubungan Pengetahuan Dengan Kecemasan Ibu Tentang Efek Samping Imunisasi DPT Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Wilayah Kelurahan Pahandut Seberang Nor Hawa Aulia; Maria Adelheid Ensia; Indriani Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.703

Abstract

Imunisasi DPT merupakan imunisasi dasar yang sangat penting untuk mencegah penyakit diphtheria, pertussis, dan tetanus pada bayi. Meskipun imunisasi ini terbukti efektif, kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi seringkali dipengaruhi oleh tingkat kecemasan mereka terkait efek samping, seperti demam, nyeri, atau reaksi lokal pada bekas suntikan. Tingkat pengetahuan ibu mengenai manfaat imunisasi dan penanganan efek samping diyakini berperan penting dalam menurunkan kecemasan serta meningkatkan kepatuhan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kecemasan terkait efek samping imunisasi DPT pada bayi usia 0–12 bulan di Wilayah Kelurahan Pahandut Seberang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif correlational. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan sebanyak 289 orang. Sampel sebanyak 67 responden diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan kuesioner kecemasan, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Analisis menunjukkan responden dengan pengetahuan baik 43,3%, cukup 38,8%, dan kurang 17,9%. Responden tanpa kecemasan 74,6%, kecemasan ringan dan sedang masing-masing 10,4%, serta kecemasan berat 4,5%. Uji Chi-Square menghasilkan p-value 0,000, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan kecemasan terkait efek samping imunisasi DPT. Tingkat pengetahuan ibu berhubungan signifikan dengan kecemasan terhadap efek samping imunisasi DPT pada bayi usia 0–12 bulan.