Alfin Fahmi Firmansyah
Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Ekor Jas Sang Proklamator: Mengukur Korelasi Figur Historis Soekarno Terhadap Loyalitas Pemilih Desa Sumberjo Blitar Alfin Fahmi Firmansyah; Dwi Rahma Pratiwi; Achmad Syaroful Abid Kusnadi; Irvansyah Afanda Hermanto; Muhammad Farhan Dwirangga
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i3.9654

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya “Efek Ekor Jas” (Coattail Effect) terhadap sosok historis Ir. Soekarno, yang ingatan kolektifnya masih kuat di Desa Sumberjo, Blitar. Tujuan utama kajian adalah menguji secara empiris pengaruh figur Soekarno sebagai variabel independen terhadap stabilitas loyalitas pemilih dalam konteks demokrasi. Metode yang dipakai berupa pendekatan kuantitatif dengan analisis non‑parametrik korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dibagikan kepada responden dan telah terbukti valid serta reliabel. Hasilnya menunjukkan nilai signifikansi 0,425 dengan koefisien korelasi yang sangat lemah, yaitu 0,151. Temuan ini menegaskan bahwa secara statistik tidak ada korelasi signifikan antara figur historis Soekarno dengan loyalitas pemilih di Desa Sumberjo. Hal ini mengindikasikan perpindahan perilaku politik masyarakat dari loyalitas yang didasarkan pada historis penilaian yang lebih kritis terhadap kinerja nyata partai politik dan kandidat. Kekecewaan atas realisasi janji politik telah melemahkan dominasi narasi Soekarnoisme dalam menentukan pilihan masyarakat itu sendiri. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa sosok Soekarno kini lebih dipandang sebagai identitas nasional yang bersifat universal bagi semua kalangan, sehingga loyalitas pemilihan itu akan lebih dipengaruhi oleh efektivitas program kerja daripada sekadar visi dan misi belaka.