Rizal Tiwan Silitonga
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM ASRI (AMAN, SEHAT, RESIK, DAN INDAH) DALAM MENINGKATKAN KEBERSIHAN DAN KUALITAS LINGKUNGAN PASAR SILALAHI I KABUPATEN DAIRI, KECAMATAN SILAHISABUNGAN David Sinaga; Alicia Vega Grace Sihite; Ruth Atasya Tambunan; Andre Harianja; Rizal Tiwan Silitonga
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesia (JUPEMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Merwinspy Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69820/jupemi.v3i3.469

Abstract

KPPM ( Kuliah Praktek Pengabdian Masyarakat) merupakan salah satu bentuk intrakurikuler yang merupakan implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi untuk memberikan pengalaman kerja dan belajar dalam pemberdayaan masyarakat (Syardiansah, 2017). KPPM menuntut mahasiswa untuk kreatif dan inovatif, kegiatan KPPM merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk membantu masyarakat yang terlibat dalam pembangunan dan membantu permasalahan di desa. Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) merupakan program berbasis partisipasi masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kebersihan dan kualitas lingkungan, khususnya di kawasan pasar tradisional. Pasar Silalahi I di Kecamatan Silahisabungan, kabupaten Dairi masih menghadapi berbagai permasalahan lingkungan seperti pengelolaan sampah yang belum optimal, kondisi sanitasi yang kurang memadai, serta rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung terhadap pentingnya kebersihan. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program ASRI dalam meningkatkan kebersihan dan kualitas lingkungan Pasar Silalahi I. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, dan dokumentasi. Hasil pegabdian menunjukkan bahwa implementasi Program ASRI memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran masyarakat, berkurangnya penumpukan sampah, serta terciptanya lingkungan pasar yang lebih bersih dan tertata. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana prasarana dan konsistensi partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah desa, pengelola pasar, dan masyarakat.