Lisa lailatul fitri
universitas aisyiyah yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PETUGAS DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RUMAH SAKIT PROVINSI NTB Lisa lailatul fitri; Yeni Rahmawati; Yuyun Nailufar
Jurnal Insan Cendekia Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v13i1.1526

Abstract

Latar belakang: Laboratorium patologi anatomi memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan paparan bahan kimia maupun biologis. Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek penting untuk melindungi petugas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada petugas laboratorium patologi anatomi. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepada seluruh petugas laboratorium patologi anatomi dan dilakukan analisi secara univariat. Hasil: Distribusi responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 100% petugas laboratorium menyatakan penggunaan alat pelindung diri (APD) sangat penting untuk mencegah paparan bahan berbahaya. Sebanyak 90% responden secara konsisten menggunakan sarung tangan, masker, dan jas laboratorium sebelum bekerja, sementara 10% lainnya mengaku belum menggunakan APD secara lengkap. Berdasarkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, 100% responden mengaku menggunakan alat sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan melakukan sterilisasi alat secara berkala.Dalam aspek fasilitas dan lingkungan kerja, seluruh responden (100%) menyatakan bahwa APAR, kotak P3K, dan fasilitas pencuci mata tersedia dan mudah diakses di laboratorium. Sebanyak 90% menyatakan ventilasi ruangan berfungsi dengan baik, sedangkan 80% menyatakan adanya pemeriksaan kesehatan rutin di tempat kerja. Selanjutnya, seluruh responden (100%) menyebutkan bahwa kecelakaan kerja yang terjadi selalu dilaporkan dan didokumentasikan. Namun demikian, masih terdapat 10% responden yang belum sepenuhnya memahami prosedur penanganan kecelakaan kerja secara menyeluruh. Kesimpulan: Penerapan K3 di laboratorium patologi anatomi tergolong baik. Dibutuhkan penguatan edukasi dan evaluasi berkala untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja di laboratorium.