Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Surface waviness of weld bead (layer) of GTAW based wire arc additive manufacturing process Agus Sentana; Syahbardia; Mabel Agung Nugroho; Ario Sunar Baskoro
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 16 No. 1 (2026): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/pjxva503

Abstract

Additive manufacturing has become a focus of industry and research due to the many new developments in processes and systems. This is further strengthened by the trend of resource efficiency, as manufacturing processes towards additive manufacturing offer the possibility of producing close to the required size shape. Additive manufactured products can experience surface imperfections assessed in this study, namely the morphology profile or surface curvature (surface waviness) of the weld bead layer. Generally, surface curvature can be referred to as a "hump" caused by the welding process. To achieve the target of achieving products with relatively minimal surface waviness, experiments and analysis of the manufacturing process using GTAW additive welding on AA 6061 substrate material with ER 5356 filler were conducted. The experiments were carried out by first determining the process parameters and factors that affect the quality of the weld bead layer. The layers stacked in layers were measured for their width and height geometry, surface waviness tests were conducted, and analysis was carried out. The deposition rate or filler deposit, travel speed, and filler feed speed determine the level of surface waviness. In this study, high surface curvature occurred at a wire feeder speed (WFS) of 25 mm/s with a travel speed (TS) of 80 mm/min.
Optimasi Parameter dan Metode Karakterisasi Lapisan Black Oxide untuk Komponen Braking System Industri Otomotif Agus Sentana; Yogi Pratama
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 15, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Produk silinder master rem saat ini masih ada kerusakan, ini terjadi pada industri pelapisan black oxide lokal. Sedangkan sebelumnya silinder master rem dibuat di Jepang dan digunakan pada kendaraan terkenal di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan semua mobil yang menggunakan silinder master rem dibuat lokal ditarik dan diganti dengan produk Jepang. Pada penelitiam ini dikemukakan mengenai bagaimana komponen mesin seperti piston silinder master rem yang dilapisi black oxide yang memiliki kualitas yang sama dengan produk luar.  Dalam proses black oxide coating larutan yang sering digunakan adalah Hot Alkaline Solution untuk pembentukan lapisan oksida hitam pada permukaan bagian yang direndam dalam larutan alkali encer dari garam pengoksidasi. Tergantung pada prosesnya, ketebalan lapisan oksida hitam dapat berkisar dari 0,5 hingga 3 μm. Standar umum untuk mendefinisikan perlakuan permukaan oksida hitam pada bahan besi adalah DIN 50938. Dari penelitian ini diperoleh bahwa ketebalan tersebut terlihat bahwa harga ketebalan rata-rata lapisan black oxide sebesar 2,85 μm, sedangkan prosentase kesalahannya dibawah 10 % yaitu sebesar 4,162 %. ini menunjukkan bahwa pengukuran ketebalan lapisan black oxide memilki ketelitian yang baik. Dan dari pengamatan secara visual bahwa proses pelapisan mengubah warna base metal (subtrate) menjadi hitam dengan sifat permukaannya menjadi halus dan licin
Rangun bangun pengering gabah tipe rotary dryer kapasitas 25 kg Endang Achdi; Agus Sentana; Widiyanti Kwintarini; Aldryan Raynaldy; Fajar Ahmad Ghojali; Harfi Muta"adi; Rhival Fadillah Ghivari
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/fbtm6197

Abstract

Permasalahan utama yaitu pengeringan umumnya masih memanfaatkan sinar matahari, penjemuran gabah yang tidak dapat dilakukan pada saat musim hujan dan membutuhkan lahan luas, serta rentan terhadap gangguan hewan ternak. Gabah hasil panen pada saat musim hujan memiliki kadar air gabah tinggi sehingga kualitas gabah menjadi rendah dan harga jual rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan perancangan alat pengering gabah. Perancangan dilakukan melalui tahapan pemilihan jenis pengering, penentuan kriteria perancangan, konsep desain awal pengering, analisis termal dan mekanikal, evaluasi, serta gambar kerja. Pada bagian pembuatan, tahapan yang dilakukan antara lain perencanaan proses pembuatan, pengadaan alat dan bahan, serta uji fungsional. Proses pembuatan pengering ini meliputi pengerolan, pemotongan, pengelasan, pembubutan, dan penekukan, selanjutnya dilakukan pengujian performa untuk mengevaluasi kinerjanya. Parameter yang diuji meliputi temperatur udara panas, kecepatan aliran udara, waktu pengeringan, dan kadar air gabah, analisis tahapan ini data didapat dari pengujian, data ini dianalisis untuk menentukan efisiensi proses pengeringan. Komponen utama alat ini meliputi drum, penabur, blower, pemanas listrik, motor penggerak, gearbox, sistem transmisi daya, dan rangka.  Spesifikasi utama alat ini mencakup blower 150 W dengan debit udara 200 - 800 m³/jam dan kecepatan 2 m/s - 4,5 m/s, pemanas listrik 2400 W, serta kecepatan putar drum 15 rpm. Pengujian dilakukan pada temperatur 50 oC–60 °C dan kecepatan udara 2 m/s - 4,5 m/s selama 66–80 menit. Berdasarkan hasil pengujian hasil terbaik diperoleh pada 60 °C dan kecepatan udara 4,5 m/s dengan durasi 66 menit, menghasilkan kadar air akhir sekitar 14%. Efisiensi pengeringan berkisar antara 76% hingga 92,1%.