Pendidikan agama merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembentukan karakter siswa sekolah dasar karena berperan dalam menanamkan nilai moral dan spiritual sejak usia dini. Pada masa perkembangan psikologis anak, nilai-nilai keagamaan menjadi landasan dalam membentuk sikap, pola pikir, serta perilaku sosial yang positif. Perspektif psikologi agama memandang bahwa pengalaman religius yang diterima anak melalui proses pembelajaran mampu mendorong terbentuknya kepribadian yang seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara deskriptif peran pendidikan agama dalam pembentukan karakter anak sekolah dasar berdasarkan pendekatan psikologi agama. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis melalui proses seleksi data, penyajian informasi, dan penarikan makna secara interaktif dan berkesinambungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan agama berkontribusi dalam menumbuhkan karakter religius, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kejujuran siswa melalui praktik keteladanan guru, kegiatan pembiasaan ibadah, dan integrasi nilai spiritual dalam aktivitas belajar. Internalisasi nilai terjadi melalui pengalaman belajar yang melibatkan aspek emosional, pemahaman kognitif, dan interaksi sosial secara berulang. Selain itu, sinergi antara lingkungan sekolah dan keluarga menjadi faktor pendukung utama dalam penguatan karakter anak. Dengan demikian, pendidikan agama memiliki peranan penting dalam membentuk karakter anak secara menyeluruh melalui pendekatan psikologi agama.