Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektifitas Hipnoterapi Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Prima Husada Malang Ayu Regita Cahyani; Siti Kholifah; Afiatur Rohimah; Nurul Anjarwati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2178

Abstract

Depresi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 terjadi akibat manajemen penyakit kronis yang kompleks, resiko komplikasi dan penurunan kualitas hidup. Kondisi psikologis negatif ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak berdampak luas pada kondisi fisik, perilaku, dan hasil pengobatan pasien. Salah satu penanganannya yaitu hipnoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hipnoterapi terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang. Desain penelitian ini berupa one group pretest–posttest design. Sampel penelitian sebanyak 51 pasien diabetes mellitus tipe 2 gangguan depresi di Rumah Sakit Prima Husada Malang yang ditentukan dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa Beck Depression Inventory (BDI). Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan hipnoterapi mayoritas responden mengalami depresi sedang sebanyak 36 responden (70.6%), sedangkan setelah diberikan hipnoterapi sebagian besar responden mengalami depresi ringan sebanyak 32 responden (62.7%). Hasil uji statistik menunjukkan hipnoterapi efektif secara signifikan terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 (P-value = 0.000 < 0.05). Hipnoterapi menurunkan depresi dengan cara membawa pasien ke kondisi relaksasi mendalam (trance) dengan mengakses pikiran bawah sadar, mengubah pola pikir negatif menjadi positif dan melepaskan emosi terpendam, sehingga membantu pasien untuk mengidentifikasi akar masalah, mengurangi kecemasan dan meningkakan motifivasi untuk pemulihan.