Umi Kalsum
Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mts Pondok Pesantren Nurul Ilmi Kec.Simangambat Kab. Padang Lawas Utara Muhammad Nurhadi; Zainidah Siagian; Umi Kalsum
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan profesionalisme guru di MTs Pondok Pesantren Nurul Ilmi Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara, khususnya pada aspek perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi supervisi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik melalui penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah melaksanakan supervisi secara partisipatif dan fleksibel dengan melibatkan guru dalam penyusunan program supervisi serta memberikan pembinaan melalui pendekatan klinis dan kolaboratif. Supervisi tidak dipandang sebagai kontrol represif, tetapi sebagai pendampingan profesional yang mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, pengelolaan kelas, serta penyusunan perangkat pembelajaran. Evaluasi supervisi dilakukan melalui dialog reflektif dan ditindaklanjuti dengan pelatihan serta pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, manajemen supervisi kepala sekolah yang adaptif dan komunikatif memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan profesionalisme guru di lingkungan madrasah.
Adaptive Leadership of Madrasah Principals in Sustaining the Quality Culture of Private Islamic Senior High Schools in Deli Serdang Regency Wuri Tamtama Abdi; Umi Kalsum; Riswan Hadi; Suzatmiko Wijaya
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 2 (2026): IN PRESS
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i2.3631

Abstract

Private Madrasah Aliyah must maintain educational quality while working with unequal resources, varied community expectations, and strong dependence on foundations. This study examines how adaptive leadership by madrasah principals sustains quality culture in four private Madrasah Aliyah in Deli Serdang Regency. It aims to explain how principals interpret institutional change, prioritize limited resources, distribute leadership, maintain learning routines, and manage stakeholder relations. The study used a qualitative multisite case study. Data came from semi-structured interviews, observations, and document analysis involving principals, vice principals, teachers, administrative staff, foundation or committee representatives, and students. The data were processed through transcription, coding, cross-site comparison, and reflexive thematic analysis, with triangulation, member checking, reflective notes, and an audit trail supporting trustworthiness. The findings identify five connected mechanisms: contextual reading of change, negotiation of quality priorities under resource constraints, distribution of responsibilities to internal actors, maintenance of quality through recurring academic and student-development routines, and reinforcement of external relations with foundations, parents, committees, alumni, and communities. Quality culture differed across sites, appearing through pesantren values, administrative order, discipline, or teacher-student closeness. The study concludes that adaptive leadership sustains quality culture through contextual coordination rather than formal control alone. The findings imply that principal development should strengthen diagnostic, collaborative, negotiation, and stakeholder-management skills alongside administrative competence.