Suparman
sekolah tinggi agama buddha maha prajna jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPEKTIF PEREKONOMIAN BUDDHIS SESUAI ANGGUTARA NIKAYA Suparman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 1 (2025): Dharma Edukasi (April - September) 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya, agama Buddha adalah agama yang menekankan belas kasihan, sehingga cara memperoleh kekayaan dengan tidak menyimpang dari kaidah moral. Pada dasarnya prinsip ekonomi dalam agama Buddha harus beriringan dengan prinsip moral atau sila. Hal tersebut, sesuai dengan sabda sang Buddha dalam kitab Anguttara Nikaya III:208. Lima perdagangan berdasarkan cinta kasih untuk semua makhluk hidup, yaitu: senjata perdagangan, perdagangan dengan makhluk hidup, perdagangan daging, perdagangan dengan zat yang memabukkan, perdagangan dengan racun adalah lima jenis perdagangan yang tidak dianjurkan, dan adalah benda. Berkenaan dengan permasalahan tersebut, maka penulis mencari kebenaran dengan menyatukan dan menganalisa semua melalui metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif studi kepustakaan. Dari metode tersebut tercapailah sebuah interprestasi, maka terciptalah hasil pekerjaan yang benar, seperti pekerjaan yang tidak menyimpang dari nilai-nilai agama, norma masyarakat, ataupun aturan negara. Sesungguhnya kriteria moral dan pekerjaan memiliki kesamaan, yaitu tidak merugikan diri sendiri dan makhluk lain serta saling menguntungkan. Ini dapat dipahami dengan penjelasan yang disabdakan oleh sang Buddha dalam kitab suci Ambalatthikarahulovada Sutta (M. I.415-416)