p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Flourishing Journal
Noorrizki , Rakhmaditya Dewi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stereotip Gender pada Wanita Karir di Tempat Kerja Rokhim, Ishmatul Maula; Noorrizki , Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p415-421

Abstract

Abstract: Although women have made tremendous strides in labor participation, they remain grossly under-represented in traditionally male occupations and fields. The scarcity of women at the top levels of organizations persists despite women gaining the experience, education, and skills necessary for upward mobility and despite various organizational efforts to support their career advancement. This article provides an overview of gender stereotypes in career women in the workplace. The method used in this article is library-based research. Stereotypes are generalizations about groups that are applied to individual members of a group simply because they belong to that group, and gender stereotypes are generalizations about the attributes of men and women. Gender stereotypes have descriptive and prescriptive characteristics. Descriptive gender stereotypes show what women and men are like. Prescriptive gender stereotypes designate what women and men should be like. Both descriptive and prescriptive gender stereotypes and the resulting expectations can harm women's career advancement. Keywords: gender stereotypes; career woman; workplace Abstrak: Meskipun perempuan telah membuat langkah luar biasa dalam partisipasi tenaga kerja, mereka tetap sangat kurang terwakili dalam pekerjaan dan bidang tradisional laki-laki. Kelangkaan perempuan di tingkat atas organisasi masih sering terjadi meskipun perempuan memperoleh pengalaman, pendidikan dan keterampilan yang diperlukan untuk mobilitas ke atas dan meskipun ada berbagai upaya organisasi untuk mendukung kemajuan karir mereka. Tujuan dari artikel ini yaitu memberikan gambaran mengenai stereotip gender pada wanita karir di tempat kerja. Metode yang digunakan pada artikel ini yaitu penelitian berbasis kepustakaan. Stereotip adalah generalisasi tentang kelompok yang diterapkan pada anggota kelompok individu hanya karena mereka termasuk dalam kelompok itu, dan stereotip gender adalah generalisasi tentang atribut pria dan wanita. Stereotip gender memiliki sifat deskriptif dan preskriptif. Stereotip gender deskriptif menunjukkan seperti apa perempuan dan laki-laki. Stereotip gender preskriptif menunjuk seperti apa seharusnya perempuan dan laki-laki. Baik stereotip gender deskriptif maupun preskriptif dan harapan yang dihasilkan, hal tersebut dapat membahayakan kemajuan karier wanita. Kata kunci: stereotip gender; wanita karir; tempat kerja
Persepsi Investasi Bodong dalam Kehidupan Masyarakat Naufaldi, Rayhan Auliya; Noorrizki , Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i72022p507-511

Abstract

Abstract: Investment do not always give benefits. There are many factors person loses their money because of investment, Because the one who invests illegally which is referred to fraudulent investment. Fraudulent investments are investments where the origins of the profits from these activities are unclear or prohibited by the state. This is dangerous in the future for people's lives, because if fraudulent investment cases continue to occur, people will be reluctant to invest in the future. Therefore, the author created this article to look at the perspective of social psychology about why someone is exposed to fraudulent investment cases. Why people are reluctant to invest when they hear about fake investments? So that readers can understand a few things about fraudulent investments later. The method used in this study is a literature review, which the author looks for reading sources and understands the contents of these sources. And the results obtained are that people are easily deceived because of the correspondence bias, where people only pay attention to what is visible. Whereas in terms of perception, people tend to be reluctant to invest when they hear about fraudulent investment issues because of causal attribution, where people conclude that investing is the same as losing money because it happens to other people. Abstrak: Investasi tidak selalu menguntungkan seseorang. Banyak faktor mengapa orang tersebut merugi karena investasi, salah satunya adalah karena ia berinvestasi secara ilegal atau biasa disebut dengan investasi bodong. Investasi bodong sederhananya adalah investasi yang asal usul keuntungan dari kegiatan tersebut tidak jelas ataupun dilarang oleh negara. Hal ini tentu berbahaya kedepannya bagi kehidupan masyarakat, karena apabila kasus investasi bodong terus terjadi maka masyarakat menjadi enggan untuk berinvestasi kedepannya. Oleh karena itu penulis membuat artikel ini untuk melihat perspektif psikologi sosial tentang mengapa seseorang terkena kasus investasi bodong? Mengapa ketika mendengar isu investasi bodong orang menjadi enggan untuk berinvestasi? Sehingga pembaca dapat memahami beberapa hal tentang investasi bodong nantinya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah review literatur, dimana penulis mencari sumber bacaan dan memahami isi dari sumber tersebut yang kemudian dikembangkan dengan sumber lainnya. Dan hasil yang didapatkan adalah masyarakat mudah tertipu karena correspondence bias, dimana masyarakat hanya memperhatikan apa yang nampak saja. Sedangkan dalam hal persepsi, masyarakat cenderung enggan untuk berinvestasi ketika mendengar isu investasi bodong karena causal attribution, dimana masyarakat menyimpulkan investasi sama dengan merugi karena hal tersebut terjadi pada orang lain.