Penurunan kualitas makanan di Indonesia saat ini disebabkan oleh cemaran mikroba karena kurangnya kesadaran masyarakat akan higienitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan serta perbedaan jumlah cemaran kapang khamir dan total mikroba dengan menggunakan angka lempeng total pada jus buah jambu biji di Kecamatan Sukolilo Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel sebanyak 23 diambil dari seluruh pedagang jus buah yang menjual jus jambu di Kecamatan Sukolilo Surabaya. Sampel diambil secara aseptis dan selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. Uji kapang-khamir, dan total mikroba.menggunakan total plate count (TPC) merupakan parameter mutu utama. Parameter mutu pendukung yaitu uji fisik (kekentalan dan warna) serta uji nilai pH. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 100% dari 23 sampel jus jambu terindikasi terkontaminasi oleh kapang-khamir dengan kandungan antara 4,0 X 103 – 6,7 X 105 CFU/mL, yang mana semuanya melebihi batas persyaratan yang diijinkan dari BSN (2014) yaitu maskimum 1 X 102 CFU/mL. Sampel jus jambu juga 100% terkontaminasi oleh bakteri sebesar antara 7,0 X 103 – 2,6 X 106 CFU/mL, 91,3 % diantaranya melebihi persyaratan yang diijinkan dr BSN (2014) yairu 1 X 104 CFU/mL dan 8,7% sampel tidak melebihi persyaratan. Viskositas jus berkisar antara 1,03 – 4,49r yang menunjukkan perbedaan kekentalan jus jambu tersebut yang kemungkinan dapat memenaruhi pertumbuhan mikroorganisme. Demikian juga dengan warna jus jambu yang berbeda mengindikasikan bahan baku jambu yang digunakan juga berbeda. Nilai pH semua jus jambu berkisar 4 yang masing memungkinkan mikroorganisme tumbuh pada jus jambu.