Desyawati, Widza Nhurul
Laboratorium Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMECAHAN MASALAH POLYA Desyawati, Widza Nhurul
Jurnal al-Thullab Vol 3, No 1 (2018): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v3i1.4196

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi di SMK Muhammadiyah 2 Cibiru Kota Bandung bahwa di sekolah tersebut kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah, dikarenakan kurangnya keinginan siswa untuk bertanya kepada guru kemudian masih banyak siswa yang hanya menerima materi yang diajarkan tanpa menelaah lebih dalam dan berkelanjutan serta kurangnya keberanian siswa untuk mengeluarkan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh strategi pemecahan masalah Polya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendididkan Agama Islam dan Budi Pekerti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Metode ini dianggap mampu mengungkap dan menganalisis fenomena-fenomena yang terjadi pada masa sekarang dan masalah-masalah yang bersifat fakta dan mengungkapkannya secara apa adanya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis parsial perindikator, uji normalitas, analisis regresi linier sederhana, analisis korelasi, analisis determinasi, dan analisis hipotesis (uji t parsial). Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh perhitungan statistikyang menunjukan realitas pengaruh strategi pemecahan masalah Polya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 0,976, nilai tersebut berada pada interval 0,80 – 1,00. Kemudian derajat pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y sebesar 78 % sedangkan 22 % ditentukan atau dipengaruhi oleh faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa