Rikardo Silaban
1-3 Program Studi Teknologi Produksi Ternak, Politeknik Negeri Lampung 4Program Magister Ketahanan Pangan, Sekolah Pascasarjana, Politeknik Negeri Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekayasa Pakan Fungsional Untuk Produksi Ayam Petelur Afkir dalam Penguatan Program MBG dan Green Economy Rikardo Silaban; Agung Adi Candra; Riko Noviadi; Dina Tri Marya
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13183

Abstract

Perunggasan merupakan usaha budidaya yang sangat diminati oleh masyarakat dan industri. Hal ini disebabkan oleh periode produksi yang lebih singkat dibandingkan ternak ruminansia, sistem pemeliharaan yang praktis dan pangsa pasar yang luas. Sektor peternakan berkontribusi sampai 80.77% terhadap penyediaan pangan nasional dimana produksi unggas menyumbang 60% dari total produksi terhadap PDB peternakan dengan status supply-demand yang mengalami peningkatan sebesar 5.09-7.47%. Seiring dengan potensi produk hasil pengolahan ternak unggas tentunya dapat menjadi solusi dalam penyediaan pangan asal hewani khususnya dalam mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak teknik rekayasa pakan fungsional melalui pendekatan suplementasi tepung herbal andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) terhadap performa ayam petelur afkir pasca lost-management.  Penelitian didesain dengan 4 ransum yang berbeda dengan level suplementasi tepung herbal andaliman (THA) berbeda diantaranya 0%, 1.5%, 2%, dan 2.5%. Masing-masing pakan perlakuan diujikan secara in vivo selama 1 bulan setelah proses adaptasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan setiap unit percobaan menggunakan 5 ekor ayam petelur afkir strain ISA Brown berumur 92 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan THA 2% berpengaruh nyata terhadap performa produksi telur harian (hen day production) dengan peningkatan sampai 22.86%, peningkatan IOFC 17.19%, konversi ransum dan produksi massa telur. Sementara, suplementasi THA 1.5-2% tidak nyata mempengaruhi konsumsi ransum selama penelitian. Kesimpulan dari penelitian yaitu penambahan tepung herbal andaliman dalam ransum komersial dapat memulihkan produktivitas pasca lost-management dan secara ekonomi dapat menguntungkan peternak