Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesenjangan Pemahamaman UMKM Batam Terhadap Akad Pembiayaan Syariah Federika Amanda; Nur Khaidah; Yupita Sari; Dea Nabilla
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v8i1.1270

Abstract

This study aims to analyze the gap in understanding among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Batam City regarding Islamic financing contracts. The research focuses on identifying the level of MSMEs’ understanding of the concepts, mechanisms, and principles of Islamic financing contracts, as well as the factors contributing to the emergence of this understanding gap. A qualitative descriptive approach was employed in this study. The research population consisted of MSMEs in Batam City from various business sectors, including trade, food, vehicle accessories, and service industries. The sample was selected using purposive sampling based on business experience and involvement in Islamic or conventional financing. The research instruments included semi-structured interview guidelines, observation sheets, and supporting documentation. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that most MSME actors are familiar with the term Islamic financing; however, their understanding remains general and superficial. The understanding gap is evident in the inability of MSMEs to distinguish between interest and profit margin, as well as limited knowledge of Islamic financing contracts such as murabahah, mudharabah, and musyarakah. The main factors contributing to this gap include low Islamic financial literacy, strong reliance on conventional financing experiences, and insufficient socialization and assistance from Islamic financial institutions. Keywords: MSMEs, Islamic Financing, Islamic Contracts, Understanding Gap. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pemahaman Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batam terhadap akad pembiayaan syariah. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi tingkat pemahaman pelaku UMKM mengenai konsep, mekanisme, dan prinsip akad pembiayaan syariah serta faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya kesenjangan pemahaman tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah pelaku UMKM di Kota Batam yang berasal dari berbagai sektor usaha, seperti perdagangan, makanan, perlengkapan kendaraan, dan jasa. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, dengan mempertimbangkan pengalaman usaha dan keterkaitan informan dengan pembiayaan syariah maupun konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman wawancara semi-terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM telah mengenal istilah pembiayaan syariah, namun pemahaman mereka masih bersifat umum dan terbatas. Kesenjangan pemahaman terlihat pada ketidakmampuan UMKM membedakan konsep bunga dan margin, serta rendahnya pemahaman terhadap jenis-jenis akad seperti murabahah, mudharabah, dan musyarakah. Faktor utama penyebab kesenjangan meliputi rendahnya literasi keuangan syariah, dominasi pengalaman pembiayaan konvensional, serta kurangnya sosialisasi dan pendampingan yang efektif dari lembaga keuangan syariah. Kata kunci: UMKM, Pembiayaan Syariah, Akad Syariah, Kesenjangan Pemahaman.
Pengelolaan Rekonsiliasi Faktur Menggunakan Finance Billing Management System (FBMS): Studi Pengalaman Kuliah Kerja Lapangan di BP Batam Yupita Sari; Andi Auliya Ramadhany; Hermaya Ompusunggu
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1024

Abstract

Keandalan laporan keuangan suatu instansi, termasuk instansi pengelola kawasan seperti BP Batam, sangat bergantung pada ketepatan pengelolaan piutang. Artikel ini mengulas pengalaman pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Direktorat Pengelolaan Lahan BP Batam, dengan penekanan pada kegiatan rekonsiliasi data faktur piutang antara berkas Microsoft Excel dan Finance Billing Management System (FBMS). Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga bulan, mencakup penginputan data faktur ke FBMS, pencocokan data dengan file Excel, verifikasi kesesuaian data piutang, sampai penyusunan laporan hasil rekonsiliasi. Pendekatan yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui observasi, partisipasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan mengacu pada kerangka pengendalian internal COSO. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa FBMS berkontribusi pada penyimpanan data faktur yang lebih terstruktur, sedangkan rekonsiliasi berperan sebagai aktivitas pengendalian yang dapat mengidentifikasi selisih nominal, duplikasi data, dan data yang belum diinput. Jika ditinjau dari kerangka COSO, unsur aktivitas pengendalian sudah tercermin dalam proses rekonsiliasi, meskipun unsur pemisahan tugas, komunikasi antarbagian, serta pemantauan tindak lanjut masih perlu diperkuat. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain inkonsistensi format data, keterlambatan input, dan belum adanya fitur pencocokan data otomatis. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini merekomendasikan standardisasi format data, peningkatan ketepatan waktu input, penegasan pemisahan tugas, serta pengembangan fitur pencocokan otomatis guna mendukung akurasi pencatatan piutang yang lebih baik.