Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Aspek Geometri Penyudutan Arah Sinar Terhadap Kualitas Citra Radiografi Vertebra Servikal Proyeksi AP Cephalad Indah Musdalifah; Andi Nur Intan Wulandari; Zulkifli Tri Darmawan; Herlinda Mahdania Harun; Muh Rusli; Sitti Normawati; Intan Mutia Pujastuti Zees
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 23, No 1 (2026): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v23i1.23109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut penyudutan arah sinar terhadap kualitas citra radiografi vertebra servikal pada proyeksi Anterior-Posterior (AP) ke arah cephalad. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dan dilaksanakan di Laboratorium Radiologi Politeknik Muhammadiyah Makassar. Objek penelitian berupa phantom servikal yang dipaparkan sinar-X dengan variasi sudut 0°, 5°, 10°, 15°, 20°, 25°, dan 30° menggunakan parameter eksposi yang seragam. Setiap citra radiograf dievaluasi oleh dua orang dokter spesialis radiologi berdasarkan tingkat keterbacaan struktur anatomi vertebra servikal menggunakan lembar penilaian terstandar. Data hasil penilaian dianalisis secara statistik menggunakan uji Friedman untuk mengetahui perbedaan kualitas citra antarvariasi sudut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kualitas citra radiografi akibat variasi sudut penyudutan (p < 0,05). Sudut 10° menghasilkan nilai rerata peringkat (mean rank) tertinggi sebesar 2,21, yang menunjukkan kualitas visualisasi anatomi paling optimal, dengan kontur tulang yang jelas, ruang antarvertebra terbuka, serta minimnya tumpang tindih struktur. Sebaliknya, sudut ekstrem seperti 25° dan 30° menunjukkan penurunan kualitas citra yang ditandai dengan elongasi bayangan dan berkurangnya kejelasan struktur anatomis. Dapat disimpulkan bahwa penyudutan sinar memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas citra radiografi servikal, dan sudut 10° merupakan sudut yang paling optimal pada proyeksi AP cephalad. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam praktik radiografi servikal untuk meningkatkan kualitas diagnostik sekaligus mengurangi potensi eksposi ulang.
Prosedur Teknis Biopsi Paru Menggunakan Panduan  CT Scan Thorax Andi Nur Intan Wulandari; Zulkifli Tri Darmawan
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/hqfj9b81

Abstract

This study explores the technical aspects of CT-scan–guided thoracic biopsy performed on lung tumor cases at the Radiology Department of Ibnu Sina YW-UMI Hospital, Makassar. Using a qualitative case-study approach, the research focuses on a radiographer who was directly involved in the procedure. Observations covered the entire workflow of the examination, beginning with patient preparation, positioning within the gantry, placement of external markers to identify the biopsy target, selection of technical parameters, and the execution of the biopsy under CT guidance. Each stage was reviewed to assess how closely the routine practices aligned with established standards for CT-guided biopsy. The findings show that most technical steps followed the recommended guidelines, including patient positioning, scanning technique, slice thickness selection, sterilization procedures, and the insertion of a spinal needle. A notable finding of this study is the use of lead-based markers, which produced clearer visualization compared to commonly used catheter-residual markers, thereby improving the accuracy of target localization. The study further highlights that technical precision plays a crucial role in obtaining adequate tissue samples while reducing the likelihood of complications such as pneumothorax. Overall, this research provides an empirical overview of how CT-guided thoracic biopsy is carried out in practice..