Arya Syafaromania Rachma
Universitas Paramadina, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Religiusitas dengan Quarter Life Crisis Generasi Z pada Fresh Graduate Arya Syafaromania Rachma; Siti Nabila Ramadhanti; Ghozali
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i3.7980

Abstract

Quarter Life Crisis sering terjadi pada generasi Z yang fresh graduate. Karena pesatnya perkembangan teknologi dan kurangnya pengalaman dalam bekerja. Salah satu faktor yang mempengaruhi quarter life crisis adalah religiusitas. Religiusitas menjadi faktor penting dalam memberikan kekuatan bagi individu dalam menghadapi quarter life crisis. Selain itu, religiusitas juga menjadi faktor yang masih dipegang erat oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara religiusitas dengan quarter life crisis generasi Z pada fresh graduate. Setelah dilakukan penelitian, terbukti bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan quarter life crisis generasi Z pada fresh graduate dengan korelasi yang kuat. Artinya, individu yang memiliki tingkat religiusitas tinggi mengalami quarter life crisis yang lebih rendah, begitupun sebaliknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat ukur religiusitas dan quarter life crisis. Penelitian ini melibatkan 105 responden generasi Z yang fresh graduate. Data yang ada dilakukan uji hipotesis dengan teknik analisis korelasi spearman’s rho. Hasil uji korelasi memiliki taraf nilai signifikansi sebesar p=0.000 (p<0.05) dan nilai koefisien korelasi r = -0.534**. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan quarter life crisis generasi Z pada fresh graduate. Artinya, semakin tinggi tingkat religiusitas maka semakin rendah quarter life crisis yang dihadapi. Selain itu kekuatan dari korelasi antar variabel bersifat kuat. Penelitian ini dapat membantu orang tua dan praktisi psikologi membantu individu dalam menghadapi masa quarter life crisis.