Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis kepercayaan publik terhadap klaim keberlanjutan sektor energi di Indonesia, yang sering kali terjebak dalam praktik greenwashing. Fenomena ini memicu diberlakukannya regulasi pelaporan ESG secara real-time oleh Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026, yang menuntut transparansi radikal dalam komunikasi korporat. Tujuan dari studi konseptual ini adalah untuk merumuskan transformasi teknik presentasi Public Relations (PR) dari format tradisional menuju model evidence-based pitching. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis sintesis teoretis, studi literatur, serta tinjauan kasus pada praktik komunikasi digital PT Pertamina dan PT Vale Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi Live Dashboard, kecerdasan buatan, dan Virtual Reality dalam presentasi PR secara signifikan mampu mereduksi asimetri informasi dan menurunkan skeptisisme investor. Penggunaan data transparan yang dapat diverifikasi secara instan terbukti lebih efektif dalam membangun kredibilitas dibandingkan estetika visual semata. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa dalam era PR 5.0, teknik presentasi telah berevolusi menjadi instrumen audit publik yang strategis. Keberhasilan reputasi perusahaan energi kini sangat bergantung pada sinergi antara akurasi data teknis yang akuntabel dengan aspek empati kemanusiaan (human-touch). Studi ini merekomendasikan redefinisi skillset praktisi PR yang berbasis literasi data guna menghadapi dinamika keterbukaan informasi global.Kata Kunci: Public Relations 5.0, Teknik Presentasi, ESG, Transparansi Data, Greenwashing, Sektor Energi.