Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Beyond Aesthetics: Transformasi Teknik Presentasi Laporan ESG dalam Menghadapi Ancaman Greenwashing pada Industri Energi di Indonesia Esa Rembi Apriani; Anggun Aliya Ramadhani; Pramudya Ibnu Subrata
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3087

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis kepercayaan publik terhadap klaim keberlanjutan sektor energi di Indonesia, yang sering kali terjebak dalam praktik greenwashing. Fenomena ini memicu diberlakukannya regulasi pelaporan ESG secara real-time oleh Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026, yang menuntut transparansi radikal dalam komunikasi korporat. Tujuan dari studi konseptual ini adalah untuk merumuskan transformasi teknik presentasi Public Relations (PR) dari format tradisional menuju model evidence-based pitching. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis sintesis teoretis, studi literatur, serta tinjauan kasus pada praktik komunikasi digital PT Pertamina dan PT Vale Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi Live Dashboard, kecerdasan buatan, dan Virtual Reality dalam presentasi PR secara signifikan mampu mereduksi asimetri informasi dan menurunkan skeptisisme investor. Penggunaan data transparan yang dapat diverifikasi secara instan terbukti lebih efektif dalam membangun kredibilitas dibandingkan estetika visual semata. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa dalam era PR 5.0, teknik presentasi telah berevolusi menjadi instrumen audit publik yang strategis. Keberhasilan reputasi perusahaan energi kini sangat bergantung pada sinergi antara akurasi data teknis yang akuntabel dengan aspek empati kemanusiaan (human-touch). Studi ini merekomendasikan redefinisi skillset praktisi PR yang berbasis literasi data guna menghadapi dinamika keterbukaan informasi global.Kata Kunci: Public Relations 5.0, Teknik Presentasi, ESG, Transparansi Data, Greenwashing, Sektor Energi.
Pengaruh Pengembangan Karir, Work-Life Balance, dan Flexible Working Arrangement terhadap Intention to Stay pada Karyawan Generasi Z di Shopee Solo Technopark Anggun Aliya Ramadhani; Dita Permata Kusumaningrum; Wahyu Ratnasari; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1376

Abstract

Tingginya kecenderungan perpindahan kerja pada karyawan Generasi Z telah dipandang sebagai tantangan bagi organisasi dalam mempertahankan keberlangsungan sumber daya manusia yang kompeten. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pengembangan karier, work-life balance, dan flexible work arrangement terhadap intention to stay pada karyawan Generasi Z di Shopee Solo Technopark. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori diterapkan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada 160 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui pengujian instrumen, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan karier, work-life balance, dan flexible work arrangement terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay, baik secara parsial maupun simultan. Kontribusi terbesar ditunjukkan oleh pengembangan karier, kemudian diikuti oleh work-life balance dan flexible work arrangement. Secara bersama-sama, ketiga variabel mampu menjelaskan sebesar 38,5% variasi intention to stay dengan nilai F-hitung sebesar 32,539. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan retensi karyawan Generasi Z perlu didukung melalui pengembangan jalur karier yang terarah, keseimbangan kehidupan kerja yang memadai, serta penerapan sistem kerja fleksibel yang adaptif.Kata Kunci: Pengembangan Karier, Work-Life Balance, Flexible Work Arrangement, Intention to Stay, Generasi Z.