Alfirdaus Ari Sadewa
Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Disonansi Reputasi di Era Post-Truth: Analisis Konseptual Strategi Image Restoration Pertamina Terhadap Krisis Viralitas Produk Alfirdaus Ari Sadewa; Irma Widyaningrum; Pramudya Ibnu Subrata
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3093

Abstract

Penelitian ini didorong oleh fenomena krisis reputasi di era digital yang bersifat hyper-viral, di mana krisis tidak lagi bergerak secara linier melainkan menyebar secara eksponensial sebagai "badai digital" (digital firestorm). Kesenjangan antara validitas teknis produk dan sentimen emosional publik di era post-truth menjadi tantangan utama bagi perusahaan BUMN seperti Pertamina. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis konseptual untuk mengeksplorasi strategi komunikasi krisis di platform media sosial seperti TikTok dan X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi transparansi radikal, melalui pelaksanaan uji laboratorium terbuka, efektif dalam mengalihkan diskursus publik dari ranah opini emosional kembali ke ranah fakta ilmiah yang terukur. Selain itu, integrasi teknologi pemantauan media sosial berbasis kecerdasan buatan (AI) ditemukan sebagai pilar utama dalam mendeteksi dini anomali percakapan digital dan memitigasi risiko anarki komunikasi. Disimpulkan bahwa resiliensi reputasi di era modern sangat bergantung pada kemampuan organisasi dalam menyeimbangkan otoritas korporasi dengan kejujuran digital yang dapat diuji secara terbuka. Keberhasilan manajemen krisis tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan pesan, tetapi juga oleh kecepatan adaptasi terhadap algoritma media sosial dan penguasaan narasi berbasis data untuk mempertahankan kepercayaan publik secara berkelanjutan