Liza Afrianti
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Algoritma K-Means Dalam Menentukan Potensi Hasil Produksi Kelapa Sawit Ayu Sri Wahyuni; Elin Haerani; Elvia Budianita; Liza Afrianti
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v5i2.7226

Abstract

Mengingat pentingnya budidaya kelapa sawit saat ini dan masa depan, serta semakin meningkatnya permintaan minyak sawit oleh penduduk dunia, maka perlu dipikirkan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produksi minyak sawit secara tepat guna mencapai tujuan yang diinginkan dan dicapai. Berdasarkan data hasil produksi buah sawit PT Salim Ivomas Pratama Tbk terlihat di beberapa tempat produksi buahnya bervariasi. Potensi hasil buah kelapa sawit didasarkan pada luas panen, realisasi produksi dan tahun tanam nya Pengelasteran K-Means dapat membantu mengidentifikasi potensi kelapa sawit, dengan hasil yang bervariasi dari hari ke hari. Proses ini memungkinkan lokasi dengan pola produksi serupa, yang memfasilitasi keputusan manajemen dan strategi produksi. Pada penelitian ini, wilayah potensi penanaman buah-buahan dikelompokkan menggunakan algoritma K-Means. K-Means bertujuan untuk memfasilitasi pengelompokan blok dengan produksi buah tinggi dan rendah. Data yang digunakan ialah sebanyak 180 data selama 5 tahun terakhir yakni sejak tahun 2018 hingga tahun 2022, dengan atribut Blok Panen, Luas Area, Berat janjang, dan Realisasi produk atau jumlah. Penelitian ini menggunakan bantuan software Rapidminer dan Google Colab. Hasil dari penelitian ini di dapakan C1 (tertinggi) ialah 125 data Blok Panen dalam artian bahwa kelompok pertama termasuk kategori Hasil panen yang baik atau tinggi pada tahun 2018-2022, dan C0 (terendah) ialah 55 data Blok Panen dalam artian bahwa kelompok kedua termasuk kategori hasil panen rendah 2018-2022.