Adhy Andriwiguna
Universitas Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebijakan dan Formulasi Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Panas Cipari di Kabupaten Cilacap Adhy Andriwiguna; Budi Nugraha
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i2.7981

Abstract

Tata kelola pariwisata daerah pasca-desentralisasi sangat bergantung pada kapasitas kelembagaan pemerintah lokal, terutama ketika destinasi dikelola secara langsung oleh dinas (direct departmental management) tanpa dukungan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Studi ini menganalisis implementasi kebijakan tata kelola destinasi sekaligus merumuskan arah strategi pengembangan Objek Wisata Air Panas Cipari di Kabupaten Cilacap. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus, data dihimpun dari wawancara dengan tujuh informan kunci, observasi lapangan, serta penelaahan dokumen kebijakan yang divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Kerangka analisis memadukan empat dimensi Cheema dan Rondinelli (1983): kondisi lingkungan, hubungan antarorganisasi, sumber daya organisasi, serta karakteristik agen pelaksana dengan pemetaan kuantitatif matriks IFAS-EFAS dan SWOT. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pelaksanaan kebijakan berlangsung kondusif pada aspek lingkungan sosial dan kompetensi aparatur. Namun, efektivitas operasional masih terganjal oleh lemahnya koordinasi lintas sektor, ketiadaan Standard Operating Procedures (SOP) teknis, serta ketergantungan pembiayaan pada alokasi APBD. Kalkulasi matematis matriks IFAS (+1,40) dan EFAS (+0,75) menempatkan posisi Objek Wisata Air Panas Cipari pada Kuadran I (Aggressive/Expansionary Position) pada titik koordinat (1,40;0,75). Formulasi strategi diprioritaskan pada skema Strength-Opportunity (SO), yakni akselerasi promosi digital berbasis destination branding, pelembagaan kemitraan Community-Based Tourism (CBT) bersama Pokdarwis dan pelaku UMKM, serta penataan tata kelola operasional internal.