This Author published in this journals
All Journal Jurnal SOLMA
Ghina Kamila
Universitas Muhammdiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Catur Melalui Pelatihan Inovasi Minuman Jamu Modern Berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Isna Alfiyani; Muhammad Fathan Nuralam; Afifah Aulia; Rabiatul Adawiya; Nadhila Putri Utami; Hafidz Dinulloh; Ibaadurrohmaan; Ghina Kamila; Khoiruna Malihah; Zidni Ilman Nafi'a; Raihan Ishad; Salwa Yumna Muthi'ah; Abi Muhlisin
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22707

Abstract

Background: Program pemberdayaan masyarakat melalui inovasi minuman jamu modern berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilaksanakan di Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi warga melalui optimalisasi potensi lokal. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui tahapan edukasi manfaat dan budidaya TOGA, demonstrasi pembuatan jamu modern, serta pendampingan berkelanjutan yang menekankan aspek keberlanjutan. Peserta kegiatan ini terdiri dari ibu-ibu kader, anggota gerakan masyarakat, dan remaja. Hasil: Hasil kegiatan ini sebagai upaya untuk peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan herbal seperti jahe, kunyit, dan bunga telang menjadi produk minuman modern yang menarik, seperti telang latte, kunyit latte, dan sirup jahe, yang memiliki nilai estetika dan potensi ekonomi tinggi di kalangan generasi muda. Kesimpulan: Program ini tidak hanya berhasil mengubah persepsi masyarakat terhadap jamu tradisional yang sebelumnya dianggap kuno dan pahit menjadi minuman sehat yang kekinian dan bernilai jual, tetapi juga membentuk komunitas kader KAGACA (Kader TOGA Desa Catur) sebagai motor penggerak keberlanjutan program. Kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah desa dalam kegiatan ini menciptakan ekosistem kewirausahaan baru berbasis kearifan lokal yang inovatif dan berdaya saing, sekaligus menjadi langkah nyata dalam pelestarian budaya herbal Indonesia melalui pendekatan kreatif dan adaptif.