Latar Belakang: Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di rumah sakit pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memerlukan kendali mutu dan kendali biaya. Kendali mutu artinya pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit efisien, efektif, dan berkualitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasien, sementara kendali biaya adalah biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan medis pasien. Salah satu proses pelayanan kesehatan yang dapat menjadi fokus kendali mutu dan kendali biaya adalah dalam hal pemberian obat rasional. Dalam pemberian obat rasional, pasien akan menerima obat yang tepat untuk kebutuhan klinisnya, dalam dosis yang memenuhi kebutuhan untuk jangka waktu yang cukup dan dengan biaya yang terjangkau. Untuk mendukung keberhasilan pemberian obat yang rasional dalam rangka kendali mutu dan kendali biaya diperlukan suatu intervensi dalam peresepan yaitu dengan menggunakan peresepan elektronik, Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan resep elektronik terhadap kendali mutu dan kendali biaya. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan satu kelompok dengan pengukuran sebelum dan sesudah penggunaan resep elektronik. Penelitian dilakukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) salah satu RSUD Kelas D (RSD) di Jakarta dengan menggunakan seluruh sampel resep untuk 5 diagnosis terbanyak di IGD tersebut yaitu Demam, Dispepsia, Gastroenteritis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan Hipertensi. Pengukuran menggunakan uji statistik independent sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95% (p = 0,05). Resep elektronik yang belum pernah sama sekali digunakan di rumah sakit ini dibuat dan dilengkapi dengan fitur-fitur pendukung keputusan sehingga dokter penulis resep dapat dengan cepat dan tepat memberikan obat yang rasional kepada pasien dengan biaya dan waktu pelayanan yang lebih efisien. Hasil: Hasil pengukuran menunjukan adanya perbaikan dalam mutu dan penurunan dalam biaya obat. Resep elektronik berhasil menjadi kendali mutu dalam menurunkan kesalahan peresepan, menurunkan polifarmasi, meningkatkan kepatuhan persepan sesuai dengan formularium, serta menurunkan waktu tunggu obat. Rerata biaya obat juga turun setelah menggunakan resep elektronik. Kesimpulan: Kendali mutu dan kendali biaya dapat dilaksanakan di rumah sakit menggunakan peresepan elektronik.