Tarso
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Aktualisasi Diri melalui Karya Poster Digital dalam Pembelajaran INFORMATIKA di SMK: Perspektif Teori Humanisme Tarso; Aviv Eka Fajarian Saputro Aviv; Sumaji
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14260

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses dari pengembangan aktualisasi diri dengan karya poster digital ditinjau dari perspektif humanisme melalui pembelajaran Informatika di SMK. Penekanan pentingnya aktualisasi diri dalam dalam teori humanisme Rogers, dimana proses indvidu diperlukan lingkungan yang mendukung dan empatik. Di dalam pendidikan, pencipataan ruang dari siswa harus dilibatkan dalam mengekpresikan diri mereka secara bebas dan kreatif dimana dengan diwujudkannya pembuatan Poster Digital dalam penggabungan pemahaman konsep dalam Pelajaran Informatika. Penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi bagaimana pembelajaran yang menggunakan poster digital dapat memberikan dukungan bagi siswa dalam mengasah bakat mereka dalam ranah Informatika. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan siswa dan pengajar, serta analisis dokumen seperti karya poster digital yang dibuat oleh para siswa. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan poster digital tidak hanya meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar, tetapi juga memberi kesempatan bagi mereka untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas di lingkungan akademik. Implementasi teori humanisme yang dikemukakan oleh Carl Rogers menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, membuat siswa merasa nyaman sehingga potensi mereka dapat dikembangkan secara maksimal.
Pengaruh Penerapan Model Project Based Learning Berbasis Konstruktivisme terhadap Keterampilan dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Aviv Eka Fajarian Saputro Aviv; Eko Winarto Eko; Heru Suprapto Heru; Tarso; Arif Yusuf Rahman Arif
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.14053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis paradigma konstruktivisme dalam meningkatkan keterampilan praktik dan kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran praktik pengelasan. Latar belakang penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran tradisional yang ditunjukkan dengan tingkat ketuntasan klasikal hanya 34%. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi-Experimental) dengan desain Nonequivalent Control Group Design pada siswa Kelas XI Teknik Pengelasan. Kelas eksperimen diajar dengan model PjBL konstruktivistik, sementara kelas kontrol dengan metode ceramah dan demonstrasi konvensional. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja (performance test), lembar observasi keterampilan pemecahan masalah, dan dokumentasi proyek. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen, dimana ketuntasan belajar melonjak menjadi 88%. Analisis statistik (uji-t) mengonfirmasi perbedaan hasil yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p < 0,05). Model PjBL berkontribusi sebesar 26,9% terhadap peningkatan hasil belajar praktik pengelasan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan konstruktivisme melalui PjBL efektif dalam mengaktifkan siswa, membangun pengetahuan secara mandiri melalui pengalaman nyata (hands-on experience), dan meningkatkan kompetensi teknis serta soft skill pemecahan masalah. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat dan mengoperasionalkan kerangka konstruktivisme dalam konteks pedagogi kejuruan, menunjukkan bagaimana teori pembelajaran diterjemahkan ke dalam praktik instruksional yang efektif untuk pendidikan keterampilan. Penelitian ini merekomendasikan adopsi model PjBL berbasis konstruktivisme secara luas dalam pembelajaran praktik di SMK, didukung oleh fasilitas bengkel yang memadai dan peran guru sebagai fasilitator. Interpretasi temuan ini perlu mempertimbangkan batasan penelitian, antara lain desain quasi-experimental yang tidak melibatkan penugasan acak sempurna dan sampel yang terbatas pada satu lingkup sekolah, sehingga generalisasi perlu kehati-hatian.