Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENJAGA LINGKUNGAN DESA MELALUI PROGRAM 7K DI DESA HILINDRASO KECAMATAN AMANDRAYA KABUPATEN NIAS SELATAN Beatus Bustan Buulolo; Yelima Laia; Sorina Hati Buulolo; Alfon Kristian Zalukhu; Atasbudi Halawa; Levius Hulu; Marlina Hati Nduru; Saverius Buulolo; Srisanti Gulo; Yulius Wirman Laia; Dikir Dakhi
Haga : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Haga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/haga.v4i1.4295

Abstract

The community service program conducted by Nias Raya University is called KKN (real work lecture). The objectives of this KKN activity include implementing community service, introducing students to community life, expanding good relations between the university and the government and target communities, and helping to establish the availability of village data or profiles by identifying and analyzing data that can be used for village development planning with the target of sustainable development goals. The KKN progam was implemented in several villages in south Nias Regency, one of which was Hililaza Village, teluk dalam District, South Nias Regency, from july 12 to august 22, 2025.Hililaza village is located in Teluk Dalam sub district, South Nias Regency. Hililaza village apprears to be quite good in several aspects, including social and economic aspects, as well as the android system. The community service program (KKN) begins with a village observation process to explore the village and see the potential of the village which will be the main target in the implementation of KKN. The programs are designed sequentially starting with discussions between KKN groups, village officials, and the local community,especially those directly involved in the designed programs. The implementation of the KKN program is carried out in a balanced manner, starting with planning, implementation, and evaluation at the end of each program. The results achieved from the entire KKN program include making trash bins, broomsticks , making sapta pesona, carrying out mutual cooperation, and celebrating the anniversary of the Indonesian Ministry of Education and Culture on August 17, 2025.
PEMANFAATAN TUMBUHAN DAUN KUMIS KUCING SEBAGAI OBAT PENYAKIT GINJAL DAN ASAM URAT Krisdayanti Gaurifa; Levius Hulu; Octeratny Tuberta Memowua Gowasa
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8313

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan secara empiris oleh masyarakat. Salah satu tanaman potensial adalah kumis kucing (Orthosiphon aristatus), yang dikenal memiliki efek diuretik dan berbagai manfaat farmakologis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan senyawa aktif dalam daun kumis kucing dan potensinya sebagai pengobatan alternatif alami, khususnya sebagai agen diuretik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library Research) dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur ilmiah terbitan 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa seperti asam litospermat I, dikafeoil tartarat, dan ortositonon C dalam kumis kucing memiliki energi ikatan lebih rendah dibandingkan obat sintetik seperti furosemide dan acetazolamide, yang menandakan afinitas yang lebih tinggi terhadap reseptor diuretik. Selain itu, kumis kucing juga bermanfaat dalam mengatasi gangguan ginjal, hipertensi, rematik, dan asam urat melalui aktivitas flavonoid dan glikosida. Dari sisi ekonomi, tanaman ini mudah dikembangkan dan memiliki prospek pemasaran yang baik melalui sistem distribusi lokal. Dengan demikian, kumis kucing berpotensi dikembangkan sebagai diuretik fitofarmaka berbasis herbal yang aman dan terjangkau.