Konsep green chemistry atau kimia hijau merupakan pendekatan ilmiah dan etis dalam sains kimia yang menekankan pada upaya pencegahan polusi sejak tahap perancangan produk dan proses, bukan pada penanganan limbah setelah terbentuk. Pendekatan ini tidak hanya menekankan efisiensi dan keamanan bahan kimia, tetapi juga menanamkan tanggung jawab moral terhadap pelestarian lingkungan. Dalam konteks pendidikan, integrasi konsep ini menjadi langkah strategis menuju inovasi pembelajaran kimia yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran ekologis dan literasi keberlanjutan. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam implementasi green chemistry dalam pendidikan kimia. Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review dengan menelaah artikel-artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data SINTA dan Google Scholar berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak sepuluh artikel terbitan tahun 2015-2025 dianalisis secara tematik dengan fokus pada penerapan prinsip green chemistry dan Education for Sustainable Development (ESD).Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan prinsip green chemistry dalam pembelajaran kimia dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis, mengembangkan kesadaran ekologis, serta menumbuhkan perilaku ilmiah yang bertanggung jawab. Model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), laboratorium hijau (green lab), dan pembelajaran kontekstual terbukti efektif untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan. Selain itu, dukungan kelembagaan, pelatihan guru, dan reformasi kurikulum menjadi faktor penentu keberhasilan integrasi ini.