Sijono Sijono
STKIP Persada Khatulistiwa, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSTRUKSI IDENTITAS BILINGUAL: SURVEI SIKAP GENERASI MUDA DAYAK TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Tuti Tuti; Sijono Sijono
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.504

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap generasi muda Dayak terhadap pembelajaran bahasa Inggris dan keterkaitannya dengan pelestarian identitas budaya lokal. Meskipun bahasa Inggris semakin berperan sebagai lingua franca global dan simbol modernitas, kekhawatiran tetap muncul mengenai potensi dampaknya terhadap bahasa dan identitas lokal, khususnya pada komunitas adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 150 responden berusia 15–25 tahun di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan studi dokumen, serta divalidasi menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda Dayak memiliki sikap sangat positif terhadap pembelajaran bahasa Inggris dan memandangnya sebagai keterampilan penting untuk pendidikan, pekerjaan, dan komunikasi global. Namun, mereka tidak menganggap penguasaan bahasa Inggris sebagai ancaman terhadap identitas budaya. Sebanyak 89,6% responden menyatakan tidak setuju bahwa belajar bahasa Inggris menyebabkan mereka meninggalkan budaya Dayak, dan 94,8% tetap merasa memiliki ikatan kuat dengan identitas Dayak mereka. Sikap ini mencerminkan kematangan budaya, ketahanan budaya, serta munculnya identitas bilingual yang memungkinkan identitas global dan lokal hidup berdampingan secara harmonis. Responden juga menekankan peran keluarga, sekolah, dan lembaga adat dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya Dayak. Penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi berbahasa Inggris dan pelestarian budaya lokal bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat saling memperkuat dalam proses negosiasi identitas di era global. Temuan ini menyoroti pentingnya model pendidikan dwibahasa berbasis budaya untuk memberdayakan generasi muda adat agar mampu bersaing secara global sekaligus menjaga warisan leluhur.   Kata kunci: Generasi Muda Dayak, Identitas Bilingual, Pelestarian Bahasa Adat, Sikap Pembelajaran Bahasa Inggris, Survei Kualitatif.