Kusuma Putri
Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PANCASILA SEBAGAI LANDASAN KONSEPTUAL ECOPEDAGOGY: RELEVANSINYA BAGI PEMBANGUNAN KARAKTER ANAK PEDULI LINGKUNGAN Kusuma Putri; Gede Agus Siswadi
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.520

Abstract

Pancasila, sebagai dasar filosofi bangsa Indonesia, memiliki peran penting dalam bidang pendidikan, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan anak-anak dan membentuk karakternya. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis peran Pancasila sebagai landasan konseptual ecopedagogy. Pancasila memberikan kerangka budaya dan moral dalam membina rasa kepedulian serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Oleh karenanya, ecopedagogy sebagai paradigma baru dalam praktik pendidikan, menekankan pentingnya keberlanjutan lingkungan melalui pemikiran kritis dan memposisikan peserta didik sebagai agen aktif dalam pelestarian ekologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui kajian pustaka (literature review). Adapun metode yang digunakan ialah deskriptif-analitis dan Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pancasila memberikan landasan konseptual bagi ekopedagogi dengan menjadikan proses pendidikan berakar pada nilai-nilai budaya dan etika bangsa; (2) Setiap sila dalam Pancasila berkontribusi dalam menumbuhkan karakter humanis pada anak-anak, mendorong empati tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga terhadap alam. Studi ini berkontribusi pada suatu usaha menyeluruh dalam menganalisis secara komprehensif tentang peran Pancasila sebagai kerangka dasar konseptual ecopedagogy, serta memperteguh pembentukan karakter peduli lingkungan pada anak-anak melalui pendidikan yang bersifat interpretatif dan berbasis nilai.
Pancasila Dan Keluarga: Upaya Membangun Generasi Unggul Berwawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas Kusuma Putri; Gede Agus Siswadi
Jurnal Civic Hukum Vol. 11 No. 1 (206): Mei 2026
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v11i1.44361

Abstract

The family plays a fundamental role in shaping generations by cultivating and transmitting the values of Pancasila, which serves as the identity, ideology, and philosophical foundation of the Indonesian state. These values provide a framework for developing national awareness among younger generations. This study aims to examine the relationship between the family and Pancasila in fostering a distinguished generation with strong national insight toward the realization of Indonesia Emas. A distinguished generation is defined as one that possesses both intellectual competence and strong moral character, enabling it to contribute meaningfully to national development across various sectors. This research employs a descriptive qualitative method, utilizing a literature review and philosophical analysis. Family-related data are analyzed through the perspective of Pancasila values, particularly those that strengthen character formation and national awareness. The findings reveal that both the family and Pancasila hold a central role in developing a generation that is not only intellectually capable but also ethically grounded and nationally conscious. Such a generation functions as a driving force for progressive and contributive national development. Furthermore, Pancasila provides a core value system that supports the formation of national insight, guiding individuals toward becoming responsible and capable citizens. The study highlights the importance of reinforcing the role of the family as the primary environment for value internalization. It also underscores the need for stronger synergy between the family and the state to build a shared commitment toward achieving Indonesia Emas. This vision emphasizes not only progress but also the prioritization of humanistic values, beginning within the family sphere.