Nuristiqamah Awaliyahputri B
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KESIAPAN MAHASISWA GENERASI Z SEBAGAI CALON GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA SOCIETY 5.0 Nuristiqamah Awaliyahputri B
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.575

Abstract

Mahasiswa generasi Z sebagai calon guru Pendidikan Agama Islam memiliki potensi yang sangat besar untuk merancang pembelajaran dengan sangat kreatif. Namun, kesiapan mahasiswa generasi Z untuk mengajar di era society 5.0 menjadi tanda tanya dan perlu dikaji lebih mendalam. Terlebih lagi, arus perkembangan teknologi secara bebas menjadi beban bagi pendidik di masa mendatang untuk menjadi teladan dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesiapan mahasiswa generasi Z menjadi calon guru Pendidikan Agama Islam di era society 5.0. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan informasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada mahasiswa di Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa generasi Z sebagai calon guru Pendidikan Agama Islam di era society 5.0 menjadi tantangan tersendiri, terutama penguasaan teknologi. Ada beberapa aspek yang dapat dijadikan sebagai bekal untuk mahasiswa generasi Z menjadi calon guru, yaitu aspek akademik, pengalaman mengajar, kemampuan mengoperasikan teknologi, serta pemahaman tentang metode pembelajaran. Temuan tersebut memberi implikasi terhadap perguruan tinggi untuk melakukan pembaharuan kurikulum yang terintegrasi dengan teknologi, pengalaman mengajar mahasiswa dirancang dan didukung dengan kegiatan berbasis teknologi. Hal ini akan menunjukkan kesiapan mahasiswa yang tidak hanya memahami teori, tetapi mengarah kepada pengalaman empiris.