Background: Hypertension is a common blood vessel disease and is classified as a degenerative disease. Because it cannot be cured, hypertension requires lifelong treatment to maintain quality of life. Factors that can influence quality of life include family support, motivation to adopt a healthy lifestyle, physical activity, medication adherence, education level, cultural values, lifestyle changes, and stress management skills. Purpose: To analyze the relationship between quality of life in hypertensive patients with medication adherence and family support. Method: This quantitative study used an observational analytical design and a cross-sectional approach. The study was conducted at the Gambirsari Community Health Center from November to December 2025. The study population included all patients undergoing hypertension screening, determined using the Lemeshow formula, resulting in 135 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. After data collection through questionnaires and interviews, the data were analyzed using the Chi-Square test. Results: There was a relationship between quality of life in hypertensive patients with medication adherence (p=0.028) and family support (p=0.017). Although most respondents reported good levels of adherence and family support, various forms of medication non-adherence and low informational and instrumental support from family were still found, potentially leading to uncontrolled blood pressure and reduced quality of life, particularly in the physical health domain. Meanwhile, the highest quality of life was found in the environmental domain. Conclusion: There is a relationship between medication adherence and family support and quality of life in people with hypertension. Adherence to antihypertensive medication and the role of the family as a support system contribute significantly to long-term hypertension management. Keywords: Family Support; Hypertension; Medication Adherence; Quality of Life. Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit pembuluh darah yang umum dan tergolong sebagai penyakit degeneratif. Hipertensi membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menjaga kualitas hidup karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup yaitu dukungan keluarga, motivasi dalam menerapkan perilaku hidup sehat, aktivitas fisik, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, tingkat pendidikan, nilai budaya, perubahan gaya hidup, serta kemampuan dalam mengelola stress. Tujuan: Untuk menganalisis apakah ada hubungan antara kualitas hidup penderita hipertensi dengan kepatuhan mereka terhadap obat-obatan dan dukungan keluarga. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik serta pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Gambirsari pada periode November-Desember 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien yang menjalani pemeriksaan hipertensi, ditentukan menggunakan rumus Lemeshow, sehingga diperoleh sebanyak 135 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Setelah pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara, data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Ada hubungan antara kualitas hidup penderita hipertensi dan kepatuhan minum obat (p=0.028) dan dukungan keluarga (p=0.017). Meskipun sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan dan dukungan keluarga yang baik, masih ditemukan berbagai bentuk ketidakpatuhan minum obat serta rendahnya dukungan informasional dan instrumental dari keluarga, yang berpotensi menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol dan menurunkan kualitas hidup, khususnya pada domain kesehatan fisik. Sementara itu, kualitas hidup tertinggi terdapat pada domain lingkungan. Simpulan: Adanya hubungan antara kepatuhan minum obat dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita hipertensi. Kepatuhan terhadap obat antihipertensi dan peran keluarga sebagai sistem pendukung berkontribusi penting dalam pengelolaan hipertensi jangka panjang. Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Hipertensi; Kualitas Hidup; Kepatuhan Minum Obat.