Rusli Rusli
Universitas Darul Ma'arif

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur Mitos dan Oposisi Biner dalam Cerpen Pengorbanan Sulung Karya Bagus Sulistio: Perspektif Lévi-Strauss Aliyah Sapitri; Nadillah Nadillah; Lila Navisa; Annisa Fitri Ali; Rusli Rusli
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.12773

Abstract

This study aims to examine the mythical structure embedded in the short story Pengorbanan Sulung by Bagus Sulistio through Claude Lévi-Strauss’s structuralist framework. The research addresses how mythemes, binary oppositions, and myth transformations construct the narrative plot and generate meaning. The story portrays a family bound by a supernatural covenant that requires the sacrifice of the firstborn before reaching the age of twenty, reflecting a tension between human agency and metaphysical determinism. This study employs a qualitative descriptive method with textual analysis, identifying key mythemes such as covenantal birth and sacrificial obligation, as well as binary oppositions including firstborn versus youngest, human versus jinn, and compassion versus injustice. The findings reveal that the narrative structure is shaped by a network of relational meanings, in which significance emerges from the interplay between structural elements rather than isolated units. Myth transformation is evident as a realistic family conflict evolves into a mystical revelation concerning the destiny of the firstborn. This study contributes a novel perspective by applying Lévi-Strauss’s structuralism to contemporary short fiction, particularly within the intersection of familial and mystical themes.
Representasi Nilai Sosial dan Budaya Masyarakat Pesisir dalam Cerpen Sore Ketika Angin Laut Utara Memanggil Nazilatur Rizkiyah; Ummi Suryaningsih; Ade Fikri Fauzi; Ditanis Mulia Mawar Febrianti; Rusli Rusli
Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v11i1.37819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat pesisir dalam cerpen “Sore Ketika Angin Laut Utara Memanggil” karya Annisa Moezha melalui pendekatan sosiologi sastra. Fokus utama penelitian ini adalah menjawab pertanyaan: bagaimana interaksi antartokoh, konflik, dan latar cerita merefleksikan struktur sosial masyarakat pesisir, serta bagaimana modernisasi memengaruhi tradisi, hubungan antargenerasi, dan solidaritas komunitas. Cerpen ini menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada laut, namun dihadapkan pada tekanan modernisasi yang memicu migrasi generasi muda, keterasingan, serta melemahnya solidaritas komunal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis teks, yaitu mengkaji interaksi tokoh, konflik, dan latar sosial budaya untuk mengidentifikasi representasi struktur sosial dan nilai-nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial seperti solidaritas, keteguhan, dan religiositas direpresentasikan melalui interaksi tokoh dan konflik yang muncul, sementara modernisasi menimbulkan ketegangan antara tradisi dan perubahan. Cerpen ini tidak hanya menyajikan realitas kehidupan masyarakat pesisir, tetapi juga mengkritik dampak modernisasi terhadap budaya dan hubungan antargenerasi. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam memahami dinamika sosial dan budaya masyarakat pesisir melalui sudut pandang sosiologi sastra.