Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Konsumen terhadap Pembelian Produk Makanan Organik Secara Online Teungku Recha Maula Sadra; Sri Vandayuli Riorini; Adigiya Rapha Singarimbun; Muhammad Kurnia Syafruddin
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 17 No. 1 (2026): February: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi sikap dan perilaku pembelian konsumen terhadap produk makanan organik secara daring di negara berkembang. Variabel yang diuji meliputi persepsi terhadap produk organik, kesadaran kesehatan, ketersediaan informasi dan aksesibilitas, nilai uang (value for money), serta kepedulian lingkungan dan etika konsumsi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengujian hipotesis melalui Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan AMOS. Data dikumpulkan dari 750 konsumen yang secara rutin membeli makanan organik secara daring dalam empat bulan terakhir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap konsumen, dan sikap konsumen secara signifikan memengaruhi perilaku pembelian makanan organik secara daring. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan sikap konsumen merupakan mekanisme mediasi utama yang menjembatani pengaruh faktor kesehatan, nilai ekonomi, kualitas informasi, serta kepedulian lingkungan terhadap keputusan pembelian. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi faktor rasional (nilai ekonomi dan informasi) dan faktor normatif (kesehatan, lingkungan, dan etika) dalam menjelaskan perilaku pembelian makanan organik secara daring di konteks negara berkembang, yang selama ini masih terbatas dalam literatur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian perilaku konsumen digital serta menjadi dasar perumusan strategi pemasaran produk makanan organik berbasis daring yang berkelanjutan.
Strategi Pemasaran Digital di Industri Fashion: Peran Influencer Virtual bagi Konsumen Gen Z Luis Silitonga; Sri Vandayuli Riorini; M. Ivan Farrel
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.18560

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong penggunaan influencer sebagai bagian dari strategi pemasaran di industri fashion, khususnya dalam menjangkau konsumen Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Social-Psychological Distance dalam memengaruhi respons konsumen Gen Z, yang meliputi Source Trust, Intention to Follow, Word-of-Mouth, dan Brand Attachment, serta menelaah pengaruh Need for Uniqueness dan Novelty Seeking terhadap jarak sosial-psikologis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data yang diperoleh dari 220 responden Generasi Z di Indonesia yang aktif mengikuti akun fashion di media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Novelty Seeking berpengaruh positif dan signifikan terhadap Social-Psychological Distance, sedangkan Need for Uniqueness tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Selanjutnya, Social-Psychological Distance terbukti berpengaruh signifikan terhadap Source Trust, Intention to Follow, Word-of-Mouth, dan Brand Attachment. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi kedekatan sosial-psikologis antara konsumen dan influencer berperan penting dalam membentuk efektivitas pemasaran berbasis influencer pada konsumen Generasi Z di industri fashion.