Kayla Natania Kusumah
Program Studi Akuntansi, Sekolah Vokasi IPB, Bogor. Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Harga Pokok Produksi Telur Ayam Berbasis Full Costing dengan Spoilage dan Biaya Lingkungan di Al-Khair Farm Yuni Astuti Tri Tartiani; Muhammad Hafiizh Tamar Putra; Khansa Nadine Akmalia; Kayla Natania Kusumah
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 17 No. 1 (2026): February: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan harga pokok produksi (HPP) yang akurat merupakan faktor kunci dalam keberlanjutan UMKM peternakan ayam petelur yang memiliki struktur biaya produksi yang sensitif terhadap perubahan input dan risiko kehilangan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan HPP telur ayam menggunakan metode full costing dengan mempertimbangkan spoilage dan biaya lingkungan pada Al-Khair Farm. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi biaya produksi selama satu periode produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPP telur ayam berdasarkan metode full costing sebesar Rp18.655 per kilogram. Setelah memperhitungkan tingkat spoilage sebesar 7%, HPP meningkat menjadi Rp20.065 per kilogram, yang mengindikasikan terjadinya peningkatan biaya per unit secara signifikan. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya biaya lingkungan yang selama ini belum dicatat secara eksplisit dalam perhitungan biaya produksi. Temuan ini menegaskan bahwa pengabaian spoilage dan biaya lingkungan berpotensi menimbulkan undercosting dan distorsi informasi biaya. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pendekatan perhitungan HPP yang lebih komprehensif bagi UMKM peternakan ayam petelur sebagai dasar penetapan harga jual, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan manajerial yang berkelanjutan.