Nia Wardhani
Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL EKSPERIENTIAL LEARNING DALAM MEMBENTUK SIKAP SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI KELAS I SDIT VINCA ROSEA LHOKSEUMAWE Syakira Julina; Yusnaini Yusnaini; Nia Wardhani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Eksperiential Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta dampaknya terhadap pembentukan sikap siswa kelas I di SDIT Vinca Rosea Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru PAI dan siswa, observasi kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan empat tahapan eksperiential Learning,  yaitu konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Kegiatan seperti praktik wudhu, diskusi nilai, dan tugas rumah mendukung siswa mencapai domain afektif tingkat receiving, responding, dan valuing. Namun, beberapa kendala waktu terbatas, pemahaman guru yang belum optimal, serta minimnya keterlibatan orang tua yang menghambat perkembangan sisiwa pada tahap organization dan characterization. Oelh karena itu diperlukan peningkatan kompetensi guru, perencanaan matang, serta keterlibatan orang tua dan sekolah agar internalisasi nilai dapat berjalan lebih mendalam dan berkelanjutan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS V MIN 36 ACEH UTARA Sayuti Sayuti; Burhaniah Burhaniah; Yusnaini Yusnaini; Nia Wardhani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3779

Abstract

Urgensi penelitian ini merupakan strategi perubahan perkembangan cara belajar siswa Kelas V MIN 36 Aceh Utara terkait mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) agar membuahkan hasil  yang baik dari peminat yang relatif sedikit, oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran siswa, pada saat di ruang kelas maupun di lingkungan luar kelas, agar hasil pembelajaran dapat optimal. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat sangat penting untuk mengatasi masalah ini, sehingga siswa dapat lebih menyukai pelajaran SKI. Kelas V MIN 36 Aceh Utara telah memilih untuk menerapkan metode flipped classroom. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan hasil dari penerapan model flipped classroom dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data, digunakan pendekatan interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Hubberman, dan Saldana, yang terdiri dari tiga langkah utama: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menghasilkan temuan di lapangan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran secara flipped classroom  sangat memberi kemajuan dengan interaksi yang baik antara guru dan siswa selama proses pembelajaran. suasana kelas menjadi lebih aktif dan kondusif, tanpa ada rasa tidak nyaman sesama siswa Lainnya juga. Komunikasi yang terjalin membuat suasana belajar semakin menarik dan tidak jenuh, sehingga siswa dapat memahami materi secara mendalam. Waktu belajar pun menjadi lebih efisien, membantu siswa untuk terbiasa dalam melatih keterampilan pembelajaran.