Nia Wardhani
Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA Muliana; Nia Wardhani; Yusnaini
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i1.2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai agama Islam dalam pembelajaran fiqih di kelas VII MTsS Darul Kiram. Menggunakan pendekatan kuantitatif penelitian ini fokus bagaimana cara penerapan metode Problem Based Learning. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data mengenai pengalaman dan persepsi siswa terhadap model Problem Based Learning (PBL). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada pemahaman siswa setelah diterapkannya model PBL. Model ini terbukti mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membantu siswa mengaitkan nilai-nilai fiqih dengan konteks kehidupan nyata. Oleh karena itu, penerapan model PBL direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran efektif dalam pendidikan agama Islam
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID SISWA MELALUI METODE READING GUIDE Muhammad Romi; Nia Wardhani; Yusnaini
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2022): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i1.2021

Abstract

The role of Islamic Education (PAI) teachers is very strategic in improving students' understanding of tajwid. At SMP Ihdal Ulum Al Aziziah, Samalanga Sub-district, Bireuen District, the Reading Guide method is employed to guide students in reading the Quran correctly according to tajwid rules. This study adopts a qualitative case study approach, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The results indicate that the Reading Guide method effectively enhances students' focus and active participation, particularly in the pronunciation of Arabic letters according to their proper articulation points (makhrajul huruf). This method facilitates students in imitating the teacher's recitation (musyafahah bil ada’), which plays a crucial role in developing fluency in reciting the Quran. Continuous practice and individual reinforcement are also necessary to avoid stiffness in pronunciation. Teacher professionalism, learning environment support, and facility availability also determine the success of this method. However, obstacles were also found, such as the lack of readiness of students who were slow to understand or lacked confidence, as well as the need for teachers to prepare interesting teaching materials. With the right approach, this method can be an effective strategy in tajwid learning
Strategi Guru PAI dalam Mengintegrasikan Media Animasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 3 Nisam Fitrahmi Fitrahmi; Nia Wardhani; Syarifah Rahmah
ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education
Publisher : Enlightenment Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71036/ajcie.v4i1.442

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengintegrasikan media animasi pada pembelajaran di SDN 3 Nisam, serta mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat, dan dampaknya terhadap proses belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI sebagai informan utama, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengintegrasikan media animasi dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan penggunaan media, pemilihan materi yang sesuai, penggunaan perangkat teknologi seperti laptop dan proyektor, pelaksanaan pembelajaran yang terstruktur, interaksi aktif antara guru dan siswa, serta evaluasi pembelajaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana dan prasarana, kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, antusiasme siswa, dukungan kepala sekolah, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, gangguan listrik dan jaringan internet, keterbatasan kemampuan teknologi guru, keterbatasan waktu pembelajaran, serta perbedaan karakteristik siswa. Penggunaan media animasi memberikan dampak positif terhadap pembelajaran, yaitu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, mempermudah pemahaman materi, meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, media animasi dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL DIRECT INTRUCTION MELALUI METODE TALAQQI PADA PEMBELAJARAN TAHFIZH AL-QUR’AN SISWA KELAS 1 SDIT VINCA ROSEA TAHFIZH INTERNASIONAL Zalifah Saura; Nia Wardhani; Yusnaini Yusnaini; Tasya Ananda Putri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.3639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Direct Instruction melalui metode Talaqqi dalam pembelajaran tahfizh Al-Qur’an pada siswa kelas 1 SDIT Vinca Rosea Tahfizh Internasional. Model Direct Instruction yang berpusat pada guru digunakan untuk menyampaikan instruksi secara langsung dan sistematis, sementara metode Talaqqi diterapkan sebagai pendekatan klasik pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan interaksi lisan langsung antara guru dan murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru tahfizh, kepala sekolah, dan 21 siswa kelas 1B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Direct Instruction dalam metode Talaqqi dilakukan melalui tahapan penyampaian tujuan, demonstrasi bacaan, penyetoran hafalan, umpan balik, latihan mandiri, serta evaluasi. Penerapan metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas hafalan siswa, serta berdampak positif terhadap pembentukan karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta Al-Qur’an. Faktor pendukung keberhasilan metode ini antara lain kompetensi guru, lingkungan sekolah yang kondusif, keterlibatan orang tua, dan sistem penghargaan. Dengan demikian, kombinasi antara model Direct Instruction dan metode Talaqqi direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran tahfizh yang efektif dan holistik di jenjang sekolah dasar.
IMPLEMENTASI MODEL EKSPERIENTIAL LEARNING DALAM MEMBENTUK SIKAP SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI KELAS I SDIT VINCA ROSEA LHOKSEUMAWE Syakira Julina; Yusnaini Yusnaini; Nia Wardhani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Eksperiential Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta dampaknya terhadap pembentukan sikap siswa kelas I di SDIT Vinca Rosea Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru PAI dan siswa, observasi kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan empat tahapan eksperiential Learning,  yaitu konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Kegiatan seperti praktik wudhu, diskusi nilai, dan tugas rumah mendukung siswa mencapai domain afektif tingkat receiving, responding, dan valuing. Namun, beberapa kendala waktu terbatas, pemahaman guru yang belum optimal, serta minimnya keterlibatan orang tua yang menghambat perkembangan sisiwa pada tahap organization dan characterization. Oelh karena itu diperlukan peningkatan kompetensi guru, perencanaan matang, serta keterlibatan orang tua dan sekolah agar internalisasi nilai dapat berjalan lebih mendalam dan berkelanjutan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS V MIN 36 ACEH UTARA Sayuti Sayuti; Burhaniah Burhaniah; Yusnaini Yusnaini; Nia Wardhani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3779

Abstract

Urgensi penelitian ini merupakan strategi perubahan perkembangan cara belajar siswa Kelas V MIN 36 Aceh Utara terkait mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) agar membuahkan hasil  yang baik dari peminat yang relatif sedikit, oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran siswa, pada saat di ruang kelas maupun di lingkungan luar kelas, agar hasil pembelajaran dapat optimal. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat sangat penting untuk mengatasi masalah ini, sehingga siswa dapat lebih menyukai pelajaran SKI. Kelas V MIN 36 Aceh Utara telah memilih untuk menerapkan metode flipped classroom. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan hasil dari penerapan model flipped classroom dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data, digunakan pendekatan interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Hubberman, dan Saldana, yang terdiri dari tiga langkah utama: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menghasilkan temuan di lapangan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran secara flipped classroom  sangat memberi kemajuan dengan interaksi yang baik antara guru dan siswa selama proses pembelajaran. suasana kelas menjadi lebih aktif dan kondusif, tanpa ada rasa tidak nyaman sesama siswa Lainnya juga. Komunikasi yang terjalin membuat suasana belajar semakin menarik dan tidak jenuh, sehingga siswa dapat memahami materi secara mendalam. Waktu belajar pun menjadi lebih efisien, membantu siswa untuk terbiasa dalam melatih keterampilan pembelajaran.