I Made Putrayasa
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menjembatani kesenjangan pemahaman kontekstual: analisis kebutuhan pengembangan literasi sains berbasis fenomena alam lokal di sekolah dasar I Made Putrayasa; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1200900

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesenjangan pemahaman kontekstual siswa sekolah dasar dan menganalisis kebutuhan pengembangan literasi sains berbasis fenomena alam lokal melalui systematic literature review (SLR). Mengikuti protokol PRISMA, analisis kritis dilakukan terhadap 78 artikel jurnal internasional terbitan 2016–2025 dari database Scopus, Web of Science, dan ERIC. Penelitian mengungkap paradoks prestasi global: sintesis data menunjukkan siswa memperoleh skor kognitif sains rata-rata 70–80 (skala 0–100), namun pemahaman kontekstual mereka hanya berkisar 65–78. Kesenjangan ini disebabkan oleh tiga faktor struktural: (1) dominasi pembelajaran teacher-centered yang mengabaikan situated learning; (2) ketidakrelevanan media pembelajaran dengan konteks lokal; dan (3) minimnya integrasi fenomena alam sebagai sumber belajar autentik. Analisis kebutuhan mengungkap urgensi pengembangan media berbasis fenomena lokal dengan empat karakteristik esensial hasil sintesis: (a) integrasi fenomena lokal autentik sebagai konteks pembelajaran; (b) desain yang memandu alur kognitif progresif dari observasi ke refleksi ekologis; (c) format portabel yang dapat digunakan di luar kelas; dan (d) integrasi kearifan lokal sebagai kerangka nilai. Temuan ini mengindikasikan bahwa buku saku literasi sains berbasis fenomena alam lokal merupakan solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan pemahaman kontekstual sekaligus merealisasikan semangat Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran yang relevan dan bermakna.