Program Bantuan Sosial Pangan berupa beras 10 kg merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berada dalam kondisi sosial-ekonomi rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Bantuan Sosial Pangan beras 10 kg bagi KPM di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, guna mengetahui sejauh mana program tersebut telah berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan serta mengidentifikasi berbagai permasalahan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala desa, aparatur desa, serta masyarakat penerima dan nonpenerima bantuan, observasi langsung di lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Evaluasi program dianalisis menggunakan model CIPP yang meliputi aspek konteks, input, proses, dan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konteks, program bantuan pangan relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Citali. Pada aspek input, masih ditemukan permasalahan terkait akurasi data KPM dan kualitas bantuan yang tidak selalu konsisten. Dari aspek proses, mekanisme penyaluran bantuan pada umumnya telah berjalan tertib dan tepat waktu, namun masih menghadapi kendala dalam koordinasi dan pendataan. Sementara itu, dari aspek produk, bantuan beras 10 kg dirasakan membantu meringankan beban ekonomi KPM, meskipun manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Bantuan Sosial Pangan di Desa Citali telah memberikan manfaat nyata, namun masih memerlukan perbaikan terutama dalam pemutakhiran data penerima, kualitas bantuan, dan penguatan koordinasi antar pihak agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.