Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kondisi Sosial Lingkungan Padat Penduduk di Rumah Susun 24 Ilir Kota Palembang Mellys Wahyuni; Ochi Ramadhanti; Fadillah Nur Habibah M; Lidya Shela Agustin; Acparel Ganesa Islami Pasha; Rudy Kurniawan; Lisya Septiani Putri; Suci Wahyu Fajriani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5164

Abstract

Fenomena yang sering terjadi dalam perkembangan di kota-kota besar yang ada di Indonesia, termasuk salah satunya Pulau Sumatera yaitu terjadinya pertumbuhan penduduk yang begitu pesat yang biasanya tidak disertai dengan antisipasi daya dukung dengan baik. Di wilayah Palembang, salah satu contoh yang mencolok adalah Rusun 24 Ilir. Rusunawa, yang juga dikenal sebagai Rumah Susun atau disingkat "rusun", sering digunakan pemerintah sebagai cara untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat dengan pendapatan rendah atau mereka yang terkena dampak kebijakan penataan kota. Namun, adanya rusun di kawasan perkotaan yang padat belum tentu bisa mengatasi semua masalah sosial dan lingkungan yang rumit. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diketahui bahwa kondisi lingkungan di masa lalu cukup memprihatinkan karena saluran air dan pembuangan limbah belum tertata dengan baik. Kondisi sanitasi yang masih terbuka dan belum terkelola secara optimal sering kali menimbulkan bau tidak sedap serta memberikan kesan kumuh pada kawasan perumahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan di Rumah Susun 24 Ilir Palembang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang padat dan keterbatasan fasilitas. Pendudukan penduduk berdampak pada sanitasi, distribusi udara, kondisi bangunan yang sudah tua, serta kenyamanan hidup sehari-hari.
BECAUSE MOTIVE AHBAB: A PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS OF AHBAB TABLIGHI JAMA’AT DA’WAH MOVEMENT Ilal Ilham; Tresno Tresno; Muhammad Rifai; Gunawan Gunawan; Mallia Hartani; Suci Wahyu Fajriani
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v9i1.28538

Abstract

This article discusses a phenomenological study of Tablighi Jama’at ahbab, focusing on the motives of Tablighi Jama’at ahbab. The purpose of this study is to explore the subjective experiences and unconscious motives of ahbab participating in the Tablighi Jama’at da'wah movement. This study uses a qualitative approach with an exploratory descriptive research type that aims to describe and explore the phenomenon in depth. The data collection techniques in this study used participant observation to directly observe experiences in the field and in-depth interviews to understand the perspectives of the ahbab. In determining the research informants, the author used purposive sampling techniques, and the data obtained was analysed using Miles and Huberman's data analysis. The results of the study show that the reasons for ahbab joining Tablighi Jama’at are: wanting to experience the atmosphere of their previous environment, practising what they have learned, because Tablighi Jama’at does not question specific schools of thought and sects, the approach of Tablighi Jama’at as a means of learning Islam, finding something different in Tablighi Jama’at, protection within Tablighi Jama’at, and because Tablighi Jama’at does not differentiate between ahbab and the redemption of sins. These findings provide an understanding of various factors that motivate people to join a religious movement.