Putu Adina Muthia Widyastra
Universitas Pendidikan Nasional

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI BIJAK FINANSIAL PADA SISWA SMA: BUDGETING, MENABUNG, DAN LITERASI RISIKO KEUANGAN Putu Adina Muthia Widyastra; Kadek Wulandari Laksmi P
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56369

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi literasi keuangan di SMA Negeri 5 Denpasar pada 9 Februari 2026 dengan sasaran 22 siswa pengurus OSIS. Permasalahan yang diangkat adalah masih terbatasnya pemahaman siswa mengenai pengelolaan uang saku dan meningkatnya risiko keuangan digital pada remaja. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang budgeting dan skala prioritas, pembiasaan menabung, literasi risiko keuangan digital (termasuk paylater dan judi online), serta pengenalan investasi legal sebagai perencanaan keuangan jangka panjang. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan evaluasi observasional melalui sesi tanya jawab pada awal dan akhir kegiatan dengan indikator jumlah peserta yang mengangkat tangan dan konfirmasi jawaban lisan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman peserta, ditandai dengan kenaikan respons dari 2–3 orang pada sesi awal menjadi 15–18 orang dari 22 peserta pada sesi akhir, serta meningkatnya kemampuan peserta membedakan konsep menabung dan investasi dan memahami pentingnya pengelolaan uang saku. Kegiatan ini disimpulkan efektif sebagai edukasi dasar bijak finansial bagi siswa, dan disarankan agar sekolah melanjutkan program literasi keuangan secara berkala serta menggunakan evaluasi yang lebih terstruktur (misalnya pre-test dan post-test) pada kegiatan berikutnya agar peningkatan pemahaman dapat diukur lebih kuantitatif.