Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Islamic Religious Education Learning Policy During the Pandemic: Opportunities and Challenge Yanti Yanti; Aida Hayani; Farida Musyrifah; Nur Aeni Angger Rifqi Azieda
IJCAR: Indonesian Journal of Classroom Action Research Vol. 4 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Classroom Action Research-Available Online in January 202
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/ijcar.v2i2.632

Abstract

This study aims to determine the impact of the distance learning policy during the pandemic on Islamic religious education teaching, as well as the opportunities and challenges faced by Islamic religious education lecturers at Alma Ata University. The study uses weekly evaluations of online learning sessions. The impact of the distance learning policy led lecturers to better understand and master technology for online media in each lesson, recognize the obstacles faced by students in online learning, and provide solutions for them. Alma Ata University has implemented e-learning for students, which can be accessed through the web using the internet. The results of this study show that in order to implement distance learning effectively, lecturers must be responsive and innovative to ensure that the teaching process runs smoothly.
MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Farida Musyrifah
Salam Institute Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/vd9r9513

Abstract

Penelitian ini membahas terkait dengan moderasi beragama dalam perpektif pendidikan Islam. Tulisan ini   bertujuan untuk memahami studi interdisipliner moderasi beragama melalui dalam pendidikan islam. Melalui telaah pemahaman secara tekstual dan kontekstual. Permasalahan yang ada dijawab melalui penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah sebagai sebuah lembaga Pendidikan yang menitikberatkan peran  guru PAI dalam mentransformasikan pengetahuan  untuk peserta didiknya, bergeser kepada  paradigma  pembelajaran  yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi akal dan kreativitas dirinya dalam rangka   membentuk manusia yang memiliki kekuatan  spiritual  keagamaan, berakhlak mulia, berkepribadian   tinggi, memiliki kecerdasan, estetika, sehat jasmani dan rohani.
Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Di Madrasah Ibtidaiyah: Analisis Literatur Model Penerapannya Farida Musyrifah; Kana Safrina RouzI; Ika Tri Susilowati
Salam Institute Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/a597vd87

Abstract

Pendidikan memiliki peran fundamental dalam kehidupan manusia karena menjadi sarana utama untuk mengembangkan potensi intelektual, wawasan, sistem nilai, serta kepribadian. Lebih dari itu, pendidikan juga berfungsi sebagai instrumen pelestarian warisan budaya dari generasi ke generasi. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah dalam jurnal terakreditasi, buku-buku akademik yang relevan, serta dokumen kebijakan pendidikan yang membahas tentang pembelajaran berbasis budaya lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual dan pendekatan pengajaran yang responsif terhadap budaya (culturally responsive teaching) terbukti efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kegiatan belajar mengajar. Integrasi semacam ini memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain meningkatnya motivasi belajar siswa, terbentuknya karakter yang lebih baik, serta menguatnya identitas budaya mereka. Meski demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah hambatan. Dua tantangan utama yang teridentifikasi adalah keterbatasan sumber daya belajar yang bermuatan kearifan lokal dan minimnya pelatihan bagi guru dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran berbasis budaya. Inovasi utama yang ditawarkan oleh penelitian ini adalah penegasan akan pentingnya kolaborasi yang erat antara tiga pihak: lembaga pendidikan (khususnya Madrasah Ibtidaiyah), pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat setempat. Dengan sinergi tersebut, diharapkan tercipta lingkungan pembelajaran berbasis budaya yang berkelanjutan, di mana nilai-nilai lokal tidak hanya diajarkan tetapi juga dihayati dan dipraktikkan secara nyata oleh peserta didik.