ABSTRAK: Pemberitaan mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu isu strategis dalam media Indonesia, khususnya karena proyek ini merepresentasikan agenda politik, pembangunan, dan identitas nasional. Media daring seperti Detik.com memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik melalui pilihan bahasa dan strategi wacana yang digunakan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi Ibu Kota Nusantara yang dibangun oleh Detik.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan Corpus-Assisted Discourse Studies (CADS), yakni perpaduan analisis linguistik korpus dan analisis wacana kritis. Jenis penelitian bersifat kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif (embedded design). Data penelitian berupa 1.245 berita tentang IKN yang dipublikasikan oleh Detik.com sepanjang tahun 2024, dengan total 449.461 tokens. Data dihimpun melalui teknik web scraping menggunakan perangkat lunak Octoparse dan dikompilasi menjadi korpus. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan perangkat lunak AntConc untuk mengekstraksi frekuensi kata, kolokasi, dan konkordansi. Temuan kuantitatif kemudian diinterpretasikan secara kualitatif dengan kerangka analisis wacana kritis Norman Fairclough (teks, praktik wacana, dan praktik sosial), untuk menghasilkan pemahaman mendalam mengenai representasi wacana IKN. Data yang dianalisis dipilih secara purposive-proporsional. Pengujian keabsahan data melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Detik.com merepresentasikan IKN sebagai proyek strategis nasional yang didominasi oleh wacana institusional, simbolik, dan teknokratik. Leksikon yang muncul menekankan peran negara, personalisasi Presiden, dan keberhasilan pembangunan, sementara representasi masyarakat cenderung terpinggirkan. Detik.com secara diskursif mereproduksi narasi hegemonik negara dan menormalisasi ideologi pembangunan serta simbolisme nasional, sehingga membentuk realitas yang berpihak pada kepentingan negara dan mengabaikan keberagaman suara publik. Temuan ini memperlihatkan bagaimana media turut berperan dalam membentuk konstruksi ideologis terhadap proyek IKN melalui praktik wacana yang selektif. KATA KUNCI: Analisis Wacana Kritis; Detik.com; Ibu Kota Nusantara; Korpus; Representasi THE REPRESENTATION OF IBU KOTA NUSANTARA IN DETIK.COM NEWS: A CORPUS ASSISTED DISCOURSE STUDIES ABSTRACT: Coverage of the Indonesian Capital City (IKN) has become a strategic issue in Indonesian media, particularly as this project represents political agendas, development, and national identity. Online media such as Detik.com play a crucial role in shaping public perception through their language choices and discourse strategies. Based on this, this study aims to uncover the representation of the Indonesian Capital City constructed by Detik.com. This study uses a Corpus-Assisted Discourse Studies (CADS) approach, a combination of corpus linguistic analysis and critical discourse analysis. The research type is qualitative with the support of quantitative analysis (embedded design). The research data consists of 1,245 news articles about the IKN published by Detik.com throughout 2024, totaling 449,461 tokens. The data were collected through web scraping techniques using Octoparse software and compiled into a corpus. Quantitative analysis was conducted using AntConc software to extract word frequency, collocation, and concordance. The quantitative findings were then interpreted qualitatively using Norman Fairclough's critical discourse analysis framework (text, discourse practice, and social practice), to produce an in-depth understanding of the representation of the IKN discourse. The data analyzed was selected purposively-proportionally. Testing the validity of data through method triangulation. The results show that Detik.com's reporting represents the IKN as a national strategic project dominated by institutional, symbolic, and technocratic discourses. The emerging lexicon emphasizes the role of the state, the personalization of the President, and the success of development, while the representation of society tends to be marginalized. Detik.com discursively reproduces the state's hegemonic narrative and normalizes development ideology and national symbolism, thus shaping a reality that favors state interests and ignores the diversity of public voices. These findings demonstrate how the media plays a role in shaping the ideological construction of the IKN project through selective discourse practices. KEYWORDS: Critical Discourse Analysis; Detik.com; Ibu Kota Nusantara; Corpus; Representation Diterima: 6 Juli 2025 Direvisi: 8 Agustus 2025 Disetujui: 5 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Meka, R. S., Sabardila, A., & Markhamah. (2025). Representasi ibu kota Nusantara dalam pemberitaan Detik.com: Analisis wacana kritis berbasis. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 385-410. Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.