ABSTRAK: Implementasi pembelajaran sepanjang hayat merupakan salah upaya untuk mewujudkan indivdu yang senantiasa memiliki kemauan serta kemampuan untuk belajar dalam beragam situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi dari 436 siswa siswa SMA di Wilayah Banten mengenai implementasi prinsip-prinsip pembelajaran pembelajaran sepanjang hayat dalam pembelajaran bahasa Indonesia. siswa terlibat Persepsi dianalisis berdasarkan empat indikator, yaitu menggambarkan situasi saat ini, mengukur tujuan yang telah ditetapkan, memberikan pembaruan terus-menerus, dan memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pencapaian hasil. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik analisis data menggunakan koefisien korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel asal sekolah memiliki korelasi paling kuat dan konsisten terhadap semua indikator persepsi, dengan nilai koefisien tertinggi pada indikator tujuan (r = 0,41). Sementara itu, variabel kelas juga menunjukkan korelasi positif meskipun dalam kategori lemah hingga sedang. Sebaliknya, jenis kelamin menunjukkan korelasi negatif yang sangat lemah dan tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan belajar dan jenjang pendidikan lebih berpengaruh terhadap persepsi siswa dibandingkan faktor gender. Implikasi dari penelitian ini mengarah pada pentingnya perencanaan pembelajaran yang kontekstual, berbasis kebutuhan siswa, dan mempertimbangkan faktor lingkungan sekolah. KATA KUNCI: Latar belakang siswa, korelasi pearson, pembelajaran bahasa Indonesia,, pembelajaran sepanjang hayat, persepsi siswa EMPOWERING INDONESIAN LANGUAGE LEARNING: IMPLEMENTING LIFELONG LEARNING PRINCIPLES IN A STUDENT'S PERSPECTIVE ABSTRACT: Implementation of lifelong learning is one of the efforts to realize individuals who always have the will and ability to learn in various situations. This study aims to identify the perceptions of 436 high school students in the Banten Region regarding the implementation of the principles of lifelong learning in learning Indonesian. students involved Perceptions were analyzed based on four indicators, namely describing the current situation, measuring the goals that have been set, providing continuous updates, and providing insight into the factors that contribute to the achievement of results. The method used is quantitative correlation with data analysis techniques using the Pearson correlation coefficient. The results of the analysis show that the school of origin variable has the strongest and most consistent correlation with all perception indicators, with the highest coefficient value on the goal indicator (r = 0.41). Meanwhile, the class variable also shows a positive correlation although in the weak to moderate category. Conversely, gender shows a very weak and insignificant negative correlation. These findings indicate that the learning environment and level of education have a greater influence on student perceptions than gender factors. The implications of this study point to the importance of contextual learning planning, based on student needs, and considering school environmental factors. KEYWORDS: Indonesian language learning, lifelong learning, Student background, Pearson correlation, student perception Diterima: 8 Juli 2025 Direvisi: 16 September 2025 Disetujui: 16 September 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka : Safi’i, I., Jaelani, A. J., & Sobri. (2025). Pembelajaran bahasa Indonesia yang memberdayakan: Implementasi prinsip lifelong learning dalam perspektif siswa. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 411-419. Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.