ABSTRAK: Saat ini pendidikan di indonesia memasuki era pendidikan abad 21. Terdapat beberapa tuntutan dalam pendidikan abad 21 yaitu (1) menuntut adanya keterlibatan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) dalam proses pembelajaran, (2) menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, serta (3) memfokuskan pada literasi atau kemahiran wacana melalui penguasaan jenis-jenis teks. Secara tidak langsung untuk memenuhi tuntutan tersebut pelaku pendidikan dalam hal ini guru harus mampu berinovasi. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah membuat model elektronik yang mampu membuat peserta didik berpikir kritis dan mampu belajar secara mandiri. Tujuan penelitian pengembangan ini secara umum yang akan dicapai adalah tersusunnya e-modul teks eksposisi berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) menggunakan Sigil bagi peserta didik kelas X SMK. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini adalah adaptasi prosedur pengembangan (Borg & Gall, 1989). Adapun langkahnya yaitu (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji coba produk, (5) revisi produk. Subjek penelitian ini adalah ahli perancangan pembelajaran, ahli materi/isi, ahli kebahasaan, ahli media, pengguna (guru), dan pengguna (peserta didik). Instrumen pengumpulan data berupa lembar penilaian yang dinilai oleh ahli perancangan pembelajaran, ahli materi/isi, ahli kebahasaan, ahli media, pengguna (guru), dan pengguna (peserta didik). Hasil uji coba menunjukkan bahwa pertama yaitu penilaian ahli perancangan pembelajaran, diperoleh hasil penilaian sebesar 92% dengan kategori “sangat layak”. Yang kedua yaitu penilaian ahli materi/isi, diperoleh hasil penilaian sebesar 94% dengan kategori “sangat layak”. Yang ketiga yaitu penilaian ahli kebahasaan, diperoleh hasil penilaian sebesar 86% dengan kategori “layak”. Keempat penilaian ahli media, diperoleh hasil penilaian sebesar 92% dengan kategori “sangat layak”.