Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Meditasi di Sekolah Minggu Buddha Vihara Dhammasusena Bagi Remaja: Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa Lauw Acep; Epitamalasari Epitamalasari
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i2.1531

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak meditasi terhadap kesehatan mental siswa remaja di Sekolah Minggu Buddha Vihara Dhammasusena. Tujuannya adalah menilai potensi meditasi sebagai intervensi non-klinis untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 siswa yang rutin bermeditasi. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola pengalaman peserta. Temuan utama menunjukkan bahwa meditasi secara signifikan meningkatkan konsentrasi, ketenangan emosional, dan kemampuan manajemen stres. Selain itu, siswa juga melaporkan peningkatan empati dan keterampilan sosial. Kesimpulannya, meditasi terbukti efektif sebagai strategi untuk mendukung kesehatan mental remaja dan dapat diintegrasikan dalam program pendidikan sebagai upaya preventif. Implikasinya, sekolah dapat mempertimbangkan penerapan praktik meditasi rutin untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan mendukung
Studi Komparatif: Efektivitas Teknik Meditasi Buddhis Dalam Penurunan Gejala Depresi Pada Remaja Evi Surya; Lauw Acep
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i1.1413

Abstract

Depresi menjadi masalah kesehatan mental utama di kalangan remaja kontemporer. Sebagai intervensi komplementer, meditasi Buddha menunjukkan potensi dalam menurunkan gejala depresi. Studi ini mengkaji secara komparatif empat teknik meditasi utama,Satipaṭṭhāna (Vipassanā), Mettā Bhāvanā, Samatha, dan Ānāpānasati dalam menurunkan gejala depresi. Dilakukan tinjauan sistematis atas literatur ilmiah dan teks Buddhis, serta studi empiris dari PubMed, PsycINFO, dan Google Scholar (2013–2023). Hasil menunjukkan bahwa Vipassanā efektif menurunkan lamunan negatif, Mettā meningkatkan afek positif dan welas asih diri, Samatha meredakan kecemasan komorbid, sementara Ānāpānasati memperbaiki regulasi emosi melalui stabilisasi perhatian. Kombinasi teknik yang disesuaikan dengan profil individu memberikan hasil terbaik. Implikasi studi ini mendukung integrasi meditasi Buddha ke dalam kurikulum pendidikan agama dan program layanan kesehatan mental sekolah
Meditasi Sebagai Strategi Pengelolaan Kecemasan Pada Pasien Vertigo: Suatu Studi Literatur Bambang Subono; Lauw Acep; R.M. Alfian
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i1.1414

Abstract

Tujuan dari penulisan jurnal ini untuk menilai efektivitas meditasi sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan pada pasien vertigo.Metode yang dipakai dalam penulisan jurnal ini adalah studi literatur sistematis dengan pencarian artikel di PubMed, Google Scholar, dan SINTA menggunakan kata kunci “meditasi”, “kecemasan”, dan “vertigo”.Setelah dilakukan penyaringan ditemukan delapan studi (n = 426) memenuhi kriteria inklusi. Meditasi 10–30 menit/hari selama 4–8 minggu secara signifikan menurunkan skor kecemasan (HADS-A −4,8 ± 1,7; p < 0,01) dan meningkatkan skor keseimbangan emosional (DHI-Emosional −6,2 ± 2,1; p < 0,01) dibanding kontrol. Efek terbesar terjadi pada pasien dengan vertigo persisten perifer.Kesimpulannya meditasi terbukti aman dan efektif menurunkan kecemasan pada vertigo; dapat dijadikan terapi komplementer bersama vestibular rehabilitasi.
Implementasi Meditasi di Sekolah Minggu Buddha Vihara Dhammasusena Bagi Remaja: Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa Lauw Acep; Epitamalasari Epitamalasari
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i2.1531

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak meditasi terhadap kesehatan mental siswa remaja di Sekolah Minggu Buddha Vihara Dhammasusena. Tujuannya adalah menilai potensi meditasi sebagai intervensi non-klinis untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 siswa yang rutin bermeditasi. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola pengalaman peserta. Temuan utama menunjukkan bahwa meditasi secara signifikan meningkatkan konsentrasi, ketenangan emosional, dan kemampuan manajemen stres. Selain itu, siswa juga melaporkan peningkatan empati dan keterampilan sosial. Kesimpulannya, meditasi terbukti efektif sebagai strategi untuk mendukung kesehatan mental remaja dan dapat diintegrasikan dalam program pendidikan sebagai upaya preventif. Implikasinya, sekolah dapat mempertimbangkan penerapan praktik meditasi rutin untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan mendukung
Meditasi dan Kualitas Tidur: Eksplorasi Fenomenologis Terhadap Pengalaman Subjektif Praktisi Jangka Panjang di Vihara Girinaga Makassar Meilianti Meilianti; Lauw Acep; Edi Priono
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1487

Abstract

Studi ini dirancang untuk mengeksplorasi secara mendalam dinamika pengaruh meditasi terhadap kualitas tidur melalui lensa kualitatif. Secara spesifik, penelitian ini menelisik pengalaman fenomenologis individu dalam mempraktikkan meditasi dan bagaimana rutinitas tersebut berimplikasi pada pola istirahat mereka. Menggunakan metode wawancara mendalam sebagai instrumen utama, data dikumpulkan dari dua belas partisipan yang telah konsisten bermeditasi selama minimal satu tahun. Melalui analisis tematik yang ketat terhadap rekaman wawancara, ditemukan pola bahwa meditasi memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur. Para subjek melaporkan adanya percepatan waktu permulaan tidur (sleep onset), perpanjangan durasi tidur, serta perbaikan kualitas tidur secara komprehensif. Lebih jauh, praktik ini terbukti berkorelasi dengan reduksi tingkat kecemasan dan stres, yang bertindak sebagai mediator dalam perbaikan kualitas tidur tersebut. Kesimpulan studi ini menegaskan potensi meditasi sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif, khususnya bagi individu yang bergulat dengan gangguan tidur kronis, sehingga layak direkomendasikan dalam program kesehatan mental terpadu. Kendati demikian, riset lanjutan dengan sampel yang lebih heterogen dan penggunaan parameter objektif sangat disarankan untuk memvalidasi temuan ini