Perkembangan pesat sistem kecerdasan buatan (AI) dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor menimbulkan konflik etika yang serius, terutama menyangkut transparansi algoritmik dan akuntabilitas pengembang. Penelitian ini merupakan Studi Literatur Sistematis (SLR) yang bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis temuan dari berbagai sumber akademis mengenai bagaimana konflik etika dalam sistem algoritmik dapat diresolusi melalui kerangka transparansi dan akuntabilitas. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis dengan menggunakan sumber-sumber ilmiah yang relevan mencakup jurnal bidang pendidikan AI, hukum teknologi, rekayasa perangkat lunak, dan etika bisnis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa terdapat lima dimensi utama dalam resolusi konflik etika algoritmik, yaitu: transparansi dan eksplainabilitas, akuntabilitas pengembang, keadilan algoritma, regulasi hukum, serta mekanisme pengawasan berbasis manusia. Studi ini juga menemukan bahwa pendekatan tunggal bersifat teknis tidak mencukupi; resolusi konflik etika membutuhkan integrasi perspektif multidisiplin yang mencakup hukum, pendidikan, rekayasa perangkat lunak, dan kebijakan publik. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembang sistem, pembuat kebijakan, dan institusi pendidikan dalam merancang sistem AI yang bertanggung jawab dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.