Kemampuan menulis puisi merupakan kompetensi literasi tingkat tinggi yang menuntut integrasi faktor afektif dan kognitif, namun seringkali terkendala oleh rendahnya motivasi dan terbatasnya kosakata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran kontribusi motivasi membaca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD se-Kecamatan Kartasura. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri se-Kecamatan Kartasura sebanyak 717 siswa yang tersebar di 38 sekolah dasar negeri, dan sampel sebanyak 108 siswa dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dari empat sekolah. Pengumpulan data menggunakan: (1) angket motivasi membaca (α = 0,881); (2) tes penguasaan kosakata (KR-20 = 0,894); dan (3) tes kemampuan menulis puisi dengan lima kriteria penilaian (ICC = 0,967). Analisis data menggunakan korelasi Spearman Rank dan regresi linear berganda (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) motivasi membaca memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemampuan menulis puisi (r = 0,211; p = 0,028) serta berkontribusi sebesar 4,45% (sumbangan efektif = 0,95%); (2) penguasaan kosakata memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemampuan menulis puisi (r = 0,258; p = 0,007) serta berkontribusi sebesar 6,66% (sumbangan efektif = 7,75%); dan (3) motivasi membaca dan penguasaan kosakata secara simultan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemampuan menulis puisi serta berkontribusi sebesar 8,70% (R = 0,294; p = 0,009; Cohen's f² = 0,095). Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata merupakan prediktor dominan (sumbangan relatif 89,08%), yang mengimplikasikan bahwa guru perlu memprioritaskan pengayaan kosakata siswa sebagai fondasi linguistik utama dalam pembelajaran menulis puisi melalui pendekatan berbasis stimulus visual.