Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi Virtual Reality (VR) terhadap persepsi dan kognisi pengguna dalam konteks terapi psikologis, serta menguji peran mediasi kedua variabel tersebut terhadap outcome klinis. Meskipun efektivitas VR dalam menurunkan gejala gangguan psikologis telah banyak dilaporkan, mekanisme psikologis yang mendasari efektivitas tersebut masih belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini menggunakan desain Randomized Controlled Trial (RCT) dengan model mediasi serial untuk menguji hubungan antara jenis intervensi (VR vs. Cognitive Behavioral Therapy konvensional), perubahan persepsi (sense of presence dan embodiment), perubahan fungsi kognitif (atensi, memori kerja, restrukturisasi kognitif), serta penurunan gejala klinis.Sebanyak 84 partisipan dengan gangguan kecemasan ringan hingga sedang dibagi secara acak ke dalam dua kelompok intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji t, ANCOVA, serta analisis mediasi berbasis bootstrapping dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis VR secara signifikan meningkatkan persepsi dan fungsi kognitif dibandingkan terapi konvensional. Analisis mediasi mengindikasikan bahwa perubahan persepsi memediasi peningkatan fungsi kognitif, dan perubahan kognitif selanjutnya memediasi penurunan gejala klinis.Temuan ini mendukung model mekanistik bahwa VR bekerja melalui modulasi persepsi yang memicu reorganisasi kognitif dan menghasilkan perbaikan psikologis. Secara teoretis, penelitian ini memperluas paradigma terapi VR dari pendekatan simptomatik menuju pendekatan berbasis mekanisme psikologis. Secara praktis, hasil ini memperkuat integrasi VR dalam protokol terapi psikologis berbasis bukti