Perkembangan teknologi automatic speech recognition (ASR) telah memungkinkan penggunaan live caption sebagai sarana komunikasi bagi komunitas tunarungu dan hard-of-hearing. Meskipun teknologi ini meningkatkan akses terhadap informasi lisan, caption otomatis masih sering mengandung kesalahan transkripsi yang dapat memengaruhi pemahaman pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kode ganda dalam penggunaan live caption oleh pengguna tunarungu, khususnya dalam interaksi antara bahasa isyarat dan teks otomatis serta strategi pengguna dalam menghadapi kesalahan caption. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi interaksi multimodal. Data dikumpulkan melalui observasi interaksi komunikasi yang menggunakan live caption, perekaman video, serta wawancara mendalam dengan partisipan tunarungu. Analisis data dilakukan melalui identifikasi kesalahan caption, analisis interaksi multimodal, dan analisis tematik terhadap strategi pengguna dalam menafsirkan caption. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna tunarungu tidak hanya mengandalkan teks caption sebagai sumber informasi utama, tetapi juga memanfaatkan bahasa isyarat dan konteks visual sebagai bagian dari proses pemahaman komunikasi. Interaksi antara bahasa isyarat dan teks caption membentuk praktik kode ganda yang memungkinkan pengguna menafsirkan atau memperbaiki kesalahan caption selama percakapan berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman komunikasi dalam penggunaan live caption bersifat multimodal dan tidak hanya ditentukan oleh akurasi sistem caption. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan teknologi caption yang lebih adaptif terhadap praktik komunikasi komunitas tunarungu.