M. Syukri Azwar Lubis
Universitas Al-Washliyah Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AL JAMIATUL WASHLIYAH : DALAM SINGKATAN DAN AKRONIM KAJIAN PERSPEKTIF MORFOLOGI Susy Deliani; M. Syukri Azwar Lubis; Iskandar Zulkarnain; Muhammad Haekal Harahap
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i1.226-231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis singkatan dan akronim yang ada dalam teks Al Jamiatul Washliyah.Pemilihan data dari Teks AL’Washliyah. menarik karena sejak lahir 1930 sampai sekarang singkatan dan Akronim menjadi dinamika proses pembentukan kata yang ada dalam teks Alwashliyah  Focus penelitian ini mengkaji bahwa singkatan dan akronim telah digunakan sejak tahun 1930, tahun berdirinya al jamiatul Washliyah sampai sekarang. Singkatan dan akronim yang fungsinya adalah untuk memudahkan  mengingat kata kata yg Panjang dan keenakan bunyi kata. Singkatan dan akronim  juga merambah ke dalam teks Al’ washliyah.  Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan untuk data yang lebih besar lagi ( penelitian lanjutan / Tahap 2 ) , kajian ini menemukan 40 singkatan dan akronim yang menjadi dinamika struktur setara kata dalam teks Al jamiatul washliyah, baik dari buku buku, artikel dan berbagai web yang ada dalam lingkup Al jamiatul washliyah. Penelitian ini menggunakan metode kwalitatif yang mengamati data apa adanya.Kajian Morfologi ( pembentukan kata ). Dengan pendekatan Linguistik , yaitu menganalisis suatu struktur Bahasa dalam hal ini singkatan dan akronim. Setelah data terkumpul di klasifikasi berdasarkan struktur bentuk masing masing kategori: yaitu singkatan dan akronim yang merupakan bahagian dari Abreviasi. Hasil dan pembahasan dari kajian ini menemukan adanya singkatan yang telah di pakai sejak berdirinya Al Jamiatul Washliyah pada tahun 1930 yang berfungsi untuk menyingkat kata yang Panjang seperti MIT = Mahtab Islamiyah Tapanuli, dan agar mudah untuk diingat. Serta AL’ Wshliyah merupakan akronim singkatan dari AL jamiatul Washliyah, selain untuk menyingkat juga untuk keenakan bunyi dan mudah di ucapkan . Sedangkan Singkatan dan akronim yang ada akhir akhir ini, seperti BEM  merupakan Badan eksekutif Mahasiswa ( Singkatan ). Dan SIAKAD merupakan Akronim dan singkatan dari   Sistem Informasi Akademik.
THE CONCEPT OF H. DUMEIRI ILYAS'S THOUGHT AND SOCIAL CONTRIBUTION IN THE DEVELOPMENT OF ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS IN LUBUK PAKAM Agus Riswandi; M. Syukri Azwar Lubis; Muhammad Tohir Ritonga
Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Prodi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/jbpi.v7i2.1058

Abstract

This study examines the role and contribution of H. Dumeiri Ilyas in the development of Islamic educational institutions in Lubuk Pakam, Deli Serdang Regency, and analyzes the concepts, values, and educational practices he developed along with their relevance to present-day Islamic education. A qualitative approach was employed through a descriptive-analytical biographical study design. Data were collected through in-depth interviews, limited participant observation, and document review involving seven purposively selected informants, including family members, institutional administrators, educators, alumni, and academics. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation. The findings reveal three main points. First, H. Dumeiri Ilyas made tangible contributions through three interrelated dimensions: institutional development (an orphanage and madrasah under Al-Jam'iyatul Washliyah), the formation of an Islamic institutional culture, and enhanced social mobility for hundreds of orphans and underprivileged families through access to education. Second, the educational model he pioneered rested on the integration of knowledge and morals, exemplary conduct (uswah hasanah) as the primary pedagogical method, and an orientation toward maximum achievement regardless of students' economic background, representing a concrete expression of the concept of insān kāmil. Third, his intellectual legacy remains principally relevant to contemporary Islamic education and continues to be transmitted through institutional practice, intergenerational personal transmission, and institutional narrative