Nabilla Auriel Fajarian
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Pilar Ke-Tiga Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Di SD Negeri Umbulharjo Dina Ruslanjari; Sudjito; Muhammad Irfan Nurdiansyah; Nabilla Auriel Fajarian; Akbar Afandi
Jurnal Igakerta Vol. 1 No. 4 (2024): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/nacsw162

Abstract

Penguatan Pilar Ketiga Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SD Negeri Umbulharjo bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti diskusi partisipatif dengan guru, kerja sama dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS), pembentukan organisasi penanggulangan bencana, pengadaan sarana dan prasarana evakuasi, serta simulasi evakuasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), dengan melibatkan siswa dan guru dalam evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas program. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan kesiapsiagaan siswa serta guru terhadap bencana setelah mengikuti program. Rata-rata nilai post-test guru dan siswa mengalami peningkatan, dengan peningkatan dari 60,3 menjadi 90,5 untuk guru, dan dari 78,4 menjadi 88,4 untuk siswa. Penguatan organisasi penanggulangan bencana serta simulasi evakuasi turut memberikan kontribusi positif dalam membangun ketangguhan bencana di SD Negeri Umbulharjo. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kapasitas sekolah dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah yang rawan terhadap erupsi Gunung Merapi. Pengadaan sarana dan prasarana yang memadai serta pelatihan yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari bencana.
Optimalisasi Pemanenan Air Hujan untuk Ketahanan Pangan dan Adaptasi Kekeringan di Desa Tepus, Gunungkidul Muhamad Irfan Nurdiansyah; Dina Ruslanjari; Retnadi Heru Jatmiko; Nabilla Auriel Fajarian; Silfani Silfani
Jurnal Igakerta Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/3fgwe262

Abstract

Ketersediaan air bersih di kawasan karst menjadi tantangan utama bagi ketahanan pangan dan adaptasi terhadap kekeringan. Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, menghadapi keterbatasan sumber air bersih akibat rendahnya retensi tanah kapur dan ketergantungan pada distribusi eksternal saat musim kemarau. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan rainwater harvesting (RWH) berbasis partisipasi komunitas untuk meningkatkan akses air bersih dan mendukung kesejahteraan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif, meliputi identifikasi kebutuhan, Focus Group Discussion (FGD), pembangunan, pelatihan, dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan ketersediaan air rumah tangga dan dukungan terhadap ketahanan pangan lokal. Program ini menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam kerangka pentahelix dan berkontribusi pada pencapaian SDG 6 (Clean Water and Sanitation) serta mitigasi risiko kekeringan. Dengan demikian, RWH berpotensi menjadi model berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah rawan kekeringan serupa.