Rachmat Tjahjanto
Politeknik Ilmu Pelayaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Prosedur Darurat di KMP Sangke Palangga dalam Menghadapi Cuaca Buruk Rachmat Tjahjanto; Muhammad Ivan; Sulastriani; Rina Haryani; Musdalifah Ibrahim; Muh. Rifqy Rahman
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.16246

Abstract

Transportasi laut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan distribusi di wilayah kepulauan, namun rentan terhadap risiko keselamatan akibat kondisi cuaca ekstrem. Oleh karena itu, penerapan prosedur tanggap darurat menjadi aspek krusial dalam menjamin keselamatan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan prosedur tanggap darurat pada KMP Sangke Palangga dalam menghadapi cuaca ekstrem. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan faktor yang memengaruhi pelaksanaan prosedur darurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prosedur darurat masih terbatas pada tindakan teknis dasar dan bergantung pada inisiatif individu awak kapal, tanpa didukung oleh Prosedur Operasi Standar (SOP) yang tertulis dan terdokumentasi secara khusus untuk kondisi cuaca ekstrem. Pelatihan darurat memang dilakukan secara rutin, namun belum disertai evaluasi sistematis atau tinjauan pascakejadian. Selain itu, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan komunikasi radio, yang berpotensi menghambat koordinasi saat kondisi darurat. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesiapsiagaan darurat KMP Sangke Palangga masih belum optimal dalam menghadapi kompleksitas cuaca ekstrem. Oleh karena itu, direkomendasikan penyusunan SOP yang komprehensif, penerapan mekanisme evaluasi yang terstruktur, serta peningkatan sistem komunikasi untuk mendukung respons darurat yang lebih efektif, konsisten, dan terkoordinasi.